Senin, 4 Maret 2024

160 SPBU di Jateng Disemprit Pertamina, Ketahuan karena Hal Ini

Ali Muntoha
Sabtu, 2 Desember 2023 16:56:00
Ilustrasi: Warga antre membeli pertalite di salah satu SPBU di Kudus, Jawa Tengah beberapa waktu lalu. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

Murianews, Semarang – Sebanyak 160 SPBU di wilayah Jateng dan DIY diberi sanksi oleh Pertamina. Sanksi diberikan karena SPBU itu melakukan pelanggaran terkait penjualan BBM bersubsidi.

Sebanyak 160 SPBU yang disemprit Pertamina ini dalam kurun waktu Januari hingga Oktober 2023. Terdiri dari wilayah Sales Area (SA) Semarang sebanyak 40 SPBU, wilayah SA Tegal 35 SPBU, kemudian DIY dan Solo Raya sebanyak 85 SPBU.

”Sanksi tersebut berupa surat peringatan. Bila penyalahgunaan yang dilakukan fatal, bahkan bisa diberikan sanksi Pemutusan Hubungan Kerja untuk SPBU,” kata Pjs Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Marthia Mulia Asri dalam keterangan persnya.

SPBU yang disanksi itu telah melakukan pelanggaran berupa BBM bersubsidi melalui program subsidi tepat yang seharusnya diberikan kepada masyarakat yang berhak. Yakni penyalahgunaan QR code untuk pembelian BBM subsidi.

”Penyalahgunaan ini menyebabkan pemilik asli QR code tidak bisa membeli BBM bersubsidi walaupun sudah terdaftar,” ujarnya.

Ia menyebut, pihaknya bahkan menemukan ada satu SPBU yang melakukan penyalahgunaan QR code pelanggan dengan melakukan duplikat QR code, kemudian kode ini disalahgunakan untuk pembelian BBM subsidi khususnya BBM solar subsidi.

Disebutkan jika penyalahgunaan SPBU itu ditemukan saat Pertamina Patra Niaga JBT melakukan pantauan rutin ke SPBU. Temuan tersebut di antaranya adalah CCTV SPBU yang tidak aktif, tera dispenser BBM yang melebihi aturan, penyalahgunaan QR code, dan tidak ada surat rekomendasi untuk pengisian BBM subsidi melalui jeriken.

”Saat BPH Migas melakukan kunjungan pemantauan ke SPBU juga menemukan adanya penyalahgunaan QR code, penyaluran BBM subsidi ke konsumen yang tidak berhak, tidak ada surat rekomendasi, serta tidak ada surat rekomendasi untuk pengisian BBM subsidi melalui jeriken,” terangnya.

Penyalahgunaan yang dilakukan oleh SPBU ini mempengaruhi kuota BBM subsidi yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Pertamina Patra Niaga diberikan penugasan oleh pemerintah untuk menyalurkan BBM bersubsidi diseluruh wilayah Indonesia.

”Sanksi ini tidak kami berikan secara serentak namun secara periodik atau bergiliran untuk menjaga supply produk subsidi di wilayah Jateng dan DIY tetap tersedia," ungkap Marthia.

Komentar