Jumat, 1 Maret 2024

Jateng Dapat Tambahan Tiga Ribu Kuota Haji 2024

Ali Muntoha
Rabu, 6 Desember 2023 16:12:00
Sejumlah warga saat mengikuti manasik haji di Kudus yang digelar beberapa waktu lalu (Murianews/Yuda Auliya Rahman)

Murianews, Semarang – Pemerintah Indonesia secara resmi mendapat tambahan kuota haji dari Arab Saudi untuk musim haji 2024 sebanyak 20 ribu orang, sehingga totalnya menjadi 241 ribu orang. Jawa Tengah akan mendapat tambahan kuota haji tersebut.

Provinsi Jawa Tengah akan mendapat tambahan kuota haji sebanyak 3.093 kuota, sehingga Jateng di musim haji tahun 2024 akan mendapat kuota sekitar 33 ribuan jemaah.

”Ada penambahan kuota kurang lebih tiga ribu jemaah haji di Jateng pada tahun 2024. Saya rasa ini bisa untuk mengurangi daftar tunggu haji," kata Nana usai menerima kunjungan reses Komisi VIII DPR RI, Rabu (6/12/2023).

Menurutnya, saat ini daftar tunggu calon jemaah haji di Jateng sebanyak 880.522 orang. Dengan jumlah sebanyak itu, maka masa tunggu haji di Jateng mencapai 31 tahun.

Oleh karena itu menurut Nana Sudjana, penambahan kuota haji untuk Jateng itu dianggap sangat membantu mengurangi masa tunggu.

”Jadi memang tiap tahun masalah haji ini menjadi isu sentral, sehingga pelayanan terhadap haji memang harus ditingkatkan," imbuh Nana.

Sementara itu, Ketua Tim Reses Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid, mengatakan,  Jateng merupakan daerah kedua dengan jumlah jemaah haji tertinggi di Indonesia. Peringkat pertama jumlah jemaah haji terbanyak adalah Jawa Timur.

Oleh karena itu, memang perlu adanya tambahan kuota haji sebesar 3.093 jemaah di Jawa Tengah untuk tahun 2024. "Kuota haji di Jawa Tengah dapat tambahan cukup besar sekitar 3.093 dari sekitar 30 ribuan," kata Wachid.

Saat ini, biaya haji tahun 2024 sudah ditetapkan oleh Kementerian Agama dan tinggal menunggu Keputusan Presiden. Angka yang ditanggung oleh jamaah haji ditetapkan sebesar Rp 56 juta.

Sebelumnya, usulan pemerintah sebesar Rp 105 juta kemudian atas permintaan DPR diturunkan menjadi Rp 93 juta. Kemudian ada bantuan dari Badan Pengelola Keuangan Haji ( BPKH) sekitar 40 persen, sehingga hasil akhirnya adalah Rp 56 juta.

”Jemaah itu punya tabungan Rp25 juta, artinya tinggal membayar sekitar Rp 31 jutaan. Kami juga mintakan agar ada virtual account dengan rata-rata setiap jemaah haji Rp 2 juta, jadi angka pelunasannya untuk jemaah haji tinggal membayar Rp 29 juta," paparnya.

Komentar