Jumat, 23 Februari 2024

13 Tersangka Baru Kasus TPPO Diamankan Polda Jateng

Cholis Anwar
Rabu, 21 Juni 2023 15:34:31
Polda jateng saat konferensi pers penangkapan tersangka TPPO (Dok HUmas Polda Jateng)
Murianews, Semarang – Polda Jawa Tengah (Jateng) berhasil menangkap 13 tersangka baru dalam kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO), sehingga total jumlah tersangka TPPO yang ditangkap dalam dua pekan terakhir mencapai 46 orang. Selain itu, jumlah korban TPPO yang tercatat mencapai 1.337 orang. Wakapolda Jateng dan Ketua Satgas TPPO Polda Jateng, Brigjen Pol Abioso Seno Aji, mengungkapkan hal ini dalam jumpa pers di Mapolda Jawa Tengah, Semarang, pada Rabu (21/6/2023). ”Pada pekan kedua terbentuknya Satgas TPPO, terdapat penambahan 13 laporan polisi dengan jumlah tersangka yang bertambah 13. Sementara itu, korban juga bertambah sebanyak 32 orang,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Murianews.com, Rabu (21/6/2023). Baca: Empat Pelaku TPPO ke Qatar dan Arab Saudi di Banten Diamankan Polisi Satu minggu sebelumnya, Satgas TPPO Polda Jateng telah berhasil mengungkap 26 kasus TPPO dan menangkap 33 tersangka. Kasus-kasus tersebut tersebar di berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Dari total 1.305 korban, sebanyak 1.137 orang telah diberangkatkan ke tujuan kerja mereka. Sayangnya, setelah tiba di tempat tujuan, korban tidak ditempatkan sesuai dengan yang dijanjikan dan mereka mengalami perlakuan yang tidak manusiawi dari majikan mereka. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Johanson Ronald Simamora, menjelaskan bahwa dari 46 tersangka TPPO yang ditangkap, 16 di antaranya merupakan tersangka corporate atau pemimpin dari perusahaan penyalur yang tidak memiliki izin. ”Enam belas tersangka berasal dari perusahaan atau PT yang tidak memiliki izin. Sementara itu, 30 tersangka lainnya adalah perorangan yang bertindak sebagai makelar, broker, atau pengantar ke luar negeri,” ungkap Johanson. Ia menambahkan bahwa Satgas TPPO akan terus melakukan penindakan dalam satu bulan ke depan. Setelah itu, pihaknya akan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait. Baca: Berantas TPPO, Polda Jateng Gandeng Disnaker dan Dinsos ”Setelah satu bulan, kami akan melakukan evaluasi dan bekerja sama dengan BP3MI, Dinas Sosial, pemerintah provinsi, kepala daerah, dan lainnya untuk melakukan edukasi tentang cara kerja yang sah bagi masyarakat dan juga perusahaan-perusahaan yang tidak memiliki izin,” jelasnya. Abioso Seno Aji mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran pekerjaan di luar negeri. Ia juga berharap pemerintah memberikan edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha untuk membuka lapangan kerja yang legal. Kasus perdagangan orang yang marak di Jawa Tengah menjadi perhatian serius Polda Jawa Tengah, dan mereka bertekad untuk memberantas kejahatan ini serta melindungi masyarakat dari ancaman yang serius.

Baca Juga

Komentar