Senin, 4 Maret 2024

Teror Bunga Kantil Mengguncang Kantor Desa di Sragen

Cholis Anwar
Kamis, 30 November 2023 12:28:00
Teror bunga kantil (Istimewa Detik.com)

Murianews, Sragen – Sejumlah kantor desa di Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, dihebohkan dengan kiriman bungkusan berisi bunga kantil yang identik dengan ritual pengasihan.

Kejadian ini pertama kali dilaporkan di kantor desa Bedoro dan kemudian ditemukan juga di beberapa desa lain di wilayah tersebut. Meskipun bungkusan itu menciptakan kegaduhan, sosok pengirimnya masih menjadi misteri.

Camat Sambungmacan, Budi Santoso, mengonfirmasi bahwa kejadian ini terjadi pada Selasa (28/11/2023). Bungkusan yang pertama kali ditemukan oleh Kepala Desa Bedoro, Pri Hartono, kemudian ditemukan juga di Desa Banaran, Plumbon, Toyogo, Banyurip, dan desa-desa lainnya. Bungkusan tersebut ditempatkan di depan pintu masuk setiap kantor desa.

”Saya mendapatkan laporan adanya teror kiriman bunga kantil di setiap desa di wilayah saya. Yang awalnya tahu itu Pak Kades Bedoro,” ujar Budi.

Selain Bedoro, sejumlah desa juga melaporkan kejadian serupa. Namun, sampai saat ini, belum ada petunjuk mengenai identitas pengirim.

Budi mengimbau masyarakat untuk merespons positif terhadap kejadian ini dan menjaga suasana tetap kondusif. Meskipun berbeda pilihan politik, ia berharap masyarakat tetap rukun, terutama menjelang Pemilu mendatang.

”Jangan bikin suasana jadi tegang, kita bikin hidup ini enak saja, anggap saja orang yang berdoa untuk keselamatan,” tuturnya.

Kepala Desa Bedoro, Pri Hartono, mengaku sempat resah dengan adanya teror bunga kantil tersebut. Bungkusan berisi bunga kantil, bunga putih, beras kuning, telur, dan menyan hio, dikemas dalam wadah daun pisang mirip sesajen. Pri menilai bahwa bungkusan tersebut identik dengan ritual pengasihan.

”Ditemukan di halaman kantor desa. Ya sempat resah, bunga kantil kan identik dengan pengasihan, apalagi ini menjelang Pilpres 2024,” ujarnya.

Meskipun tidak memiliki petunjuk mengenai siapa yang meletakkan bunga kantil tersebut, Pri menduga bahwa pengirimnya adalah orang yang sama, mengingat tulisan nama desa pada bungkusan tersebut identik.

”Dugaannya oknumnya sama. Soalnya di bunga kantil itu kan tertulis nama masing-masing desa. Tulisannya identik,” jelasnya.

Meski demikian, pihak desa memilih untuk bersikap husnuzan (berprasangka baik) dan berharap agar situasi tetap kondusif di tengah masyarakat.

Komentar