Jumat, 23 Februari 2024

Berhasil Turunkan Stunting, Jateng Terima Insentif Rp 5,97 Miliar

Dani Agus
Sabtu, 7 Oktober 2023 08:51:00
Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani menyerahkan penghargaan kepada Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana di Istana Wakil Presiden, Jumat (6/10/2023) sore. (jatengprov.go.id)

Murianews, Jakarta – Pemerintah Provinsi Jateng menerima hadiah insentif fiskal lebih dari Rp 5,97 miliar. Hadiah diberikan karena Pemprov Jateng dinilai berkinerja baik dalam penurunan stunting.

Kinerja penurunan angka stunting Jateng berada pada peringkat dua setelah DKI Jakarta. Pencapaian tersebut tercantum dalam Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 350 tahun 2023 tentang Rincian Alokasi Insentif Kinerja Fiskal Tahun Berjalan, Kategori Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat pada Tahun Anggaran 2023 menurut Provinsi/ Kabupaten/ Kota.

Penghargaan diserahkan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani kepada Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana. Penerimaan penghargaan berlangsung di Istana Wakil Presiden, Jumat (6/10/2023) sore.

Wapres Ma’ruf Amin menyampaikan, apresiasi kepada seluruh daerah yang berhasil menerima penghargaan, karena mencapai kinerja yang baik. Menurutnya  penghargaan yang diterima, harus menjadi pemicu untuk lebih besar dalam memberikan berkontribusinya.

”Saya berharap insentif dan penghargaan ini, bukan semata tujuan akhir daripada Saudara-saudara dalam bekerja. Melainkan menjadi pemicu untuk berkontribusi lebih besar lagi,” pesan wapres, dilansir dari laman Pemprov Jateng, Sabtu (7/10/2023).

Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan, angka prevalensi stunting Indonesia pada 2022 sebesar 21,6 persen. Angka ini turun signifikan dari 2018 yang berada pada angka 30,8 persen.

”Capaian ini adalah hasil kerja bersama yang tentu kita syukuri. Namun saya minta, kita tidak boleh berpuas diri, karena masih ada target yang harus kita kejar, yaitu prevalensi stunting 14 persen di tahun 2024,” sambung wapres.

Untuk mencapai target prevalensi 14 persen, lanjutnya, tantangannya tidaklah ringan. Terlebih, 2024 adalah tahun politik. Maka, pekerjaan rumah hari ini, memastikan bagaimana pergantian tampuk kepemimpinan di pusat dan di daerah tetap mengakomodasi percepatan penurunan stunting, sebagai prioritas pembangunan.

Menurut wapres, pelajaran dari pelaksanaan program penurunan stunting selama empat tahun terakhir, menunjukkan komitmen politik yang tinggi dari para pemimpin di pusat dan daerah.

Komitmen politik, kata Ma’ruf, akan membantu memastikan adanya mobilisasi sumber daya yang diperlukan, juga mendorong perbaikan koordinasi di lapangan, dan implementasi pelaksanaan program, agar lebih tepat sasaran.

Komentar