Senin, 4 Maret 2024

KPU Demak Tunda Pelaksanan Pemilu 2024 di 9 Desa, Ini Daftarnya

Dani Agus
Senin, 12 Februari 2024 15:33:00
Ilustrasi memasukkan surat suara ke dalam kotak suara dalam pemilu 2024 (Freepik)

Murianews, Demak – Pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2024 di Kabupaten Demak tidak bisa digelar serentak di semua wilayah pada 14 Februari mendatang. Pasalnya, ada sejumlah desa yang bakal ditunda pelaksanaan pemungutan suaranya.

Penundaan ini merupakan imbas dari bencana banjir yang melanda Kabupaten Demak akibat jebolnya tanggul di Kecamatan Karanganyar, Demak pada Kamis (8/2/2024). Akibat bencana ini, ribuan rumah warga terendam dan ratusan orang mengungsi ke sejumlah lokasi.

Hingga hari ini, Senin (12/2/2024) atau H-2 pencoblosan, banjir di Demak ini belum menunjukkan tanda-tanda surut.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Demak Siti Ulfaati mengatakan, pemungutan suara bagi warga terdampak banjir di sembilan desa di Kecamatan Karanganyar tidak memungkinkan dilakukan pada 14 Februari 2024. Pasalnya, posisi pengungsi dari sembilan desa itu tersebar di berbagai wilayah. Bahkan, ada yang mengungsi di wilayah Kabupaten Kudus.

Siti menyebut, sembilan desa yang mengalami penundaan pemungutan suara Pemilu 2024 adalah Desa Wonoketingal, Cangkringrembang, Cangkring, Undaan Kidul, Undaan Lor, Ngemplikwetan, Wonorejo, Karanganyar, Ketanjung.

”Kalau dari data kami, ada 108 tempat pemungutan suara atau TPS yang terdampak banjir dan sekitar 26 ribu pemilih,” kata Siti, dilansir dari TribunBanyumas, Senin (12/2/2024).

Siti menegaskan, lokasi pengungsian yang tak terkonsentrasi ini membuat pihaknya kesulitan melakukan identifikasi.

Berdasarkan koordinasi dengan pihak terkait, di antaranya KPU Jateng, pemerintah daerah, saksi dari pasangan calon presiden disepakati, dilakukan pemilu susulan di sembilan desa tersebut

”Saat ini, kotak pemilihan masih di KPU Kabupaten Demak, kami belum berani menurunkan ke kecamatan mengingat banjirnya 1 meter lebih, jadi tidak memungkinkan ditaruh di sana (kecamatan)," katanya.

Untuk jadwal susulan pemungutan suara, pihaknya masih belum bisa menetapkan karena harus melakukan mapping terlebih dahulu, terutama terkait bersebaran pengungsi.

”Kalau dari peraturan, paling lambat 10 hari, yakni 24 Februari,” pungkasnya.

Komentar