Senin, 4 Maret 2024

Direktur BPR Meninggal di Kontrakan Boyolali dengan Noda Darah Ternyata Warga Jepara

Murianews
Selasa, 31 Januari 2023 13:52:09
Polisi mengevakuasi jenazah salah satu direktur BPR di Kecamatan Ampel, Boyolali yang ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakannya, Selasa (31/1/2023). (Solopos.com/Ni'matul Faizah)
Murianews, Boyolali – SR (55) direktur salah satu Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang ditemukan meninggal dengan noda darah yang mengering di kontrakannya di wilayah Ampel, Boyolali ternyata warga Jepara. Berdasarkan informasi yang dihimpun, SR diketahui berasal dari Rengging, Kecamatan Pecangan, Kabupaten Jepara. Ia diketahui bertugas di salah satu BPR di Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali sejak 2019. Selaku direktur, ia diketahui membawahi fungsi kepatuhan sejak bertugas empat tahun lalu. Dari keterangan tetangga yang enggan disebutkan namanya, SR biasanya pulang ke Jepara setiap Jumat sore dan akan kembali ke Boyolali untuk bekerja setiap Senin. SR dikenal jarang berinteraksi dengan warga karena pulang bekerja setiap sore dan berangkat pagi. Baca: Direktur BPR di Boyolali Ditemukan Meninggal di Kontrakan, Ada Darah di Lantai Nahas, Selasa (31/1/2023) pagi tadi, SR ditemukan tak bernyawa di rumah kontrakannya. Penemuan jenazah tersebut berawal dari kecurigaan sang sopir, Budi, yang juga tinggal di rumah kontrakan yang sama saat berusaha membangunkan SR dengan mengetuk pintu kamarnya. Namun, setelah dipanggil-panggil SR tidak kunjung menjawab. ”Sekitar pukul 06.30 WIB saya coba bangunkan (panggil) tapi enggak direspons. Kemarin itu masih baik-baik saja,” katanya seperti dikutip Solopos.com. Budi mengungkapkan SR memang memiliki riwayat penyakit jantung dan pernah dirawat di rumah sakit karena penyakit tersebut. Karena SR khawatir, Budi pun langsung menghubungi pimpinan BPR tempat SR bekerja dan melaporkan SR tidak merespons ketika diketuk pintu kamarnya. Pimpinan BPR kemudian menugaskan seorang pegawai yang tinggal di lokasi terdekat untuk mengecek kondisi SR. Pegawai atas nama Irfandi itu kemudian mengecek SR sekitar pukul 07.15 WIB. Baca: Petani di Pekalongan Meninggal Tersambar Petir Irfandi mendapati pintu kamar direktur BPR di Boyolali sudah tidak terkunci dan SR ditemukan di dekat pintu dalam posisi tertelungkup. ”Saat pintu dibuka itu kebentur ke siku bapak (SR). Jadi pintunya enggak bisa dibuka maksimal,” ungkapnya. Irfandi juga melihat darah di lantai sekitar jenazah dalam kondisi kering. Ia tak bisa mendeskripsikan apakah darah tersebut banyak atau sedikit karena ia mengaku hanya melihat sebentar. Selanjutnya, penemuan jenazah tersebut dilaporkan ke Polsek terdekat. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Pandan Arang Boyolali sekitar pukul 09.00 WIB. Terkait penyebab meninggalnya SR masih dalam penyelidikan polisi.   Penulis: Supriyadi Editor: Supriyadi Sumber: Solopos.com

Baca Juga

Komentar