Jumat, 1 Maret 2024

DKI Diminta Waspadai Pendatang Baru saat Arus Balik, Ini Alasannya

Supriyadi
Kamis, 27 April 2023 15:00:53
Penumpang naik kereta api. (Murianews/Istimewa)
Murianews, Jakarta – Pemprov DKI Jakarta diminta menwaspadai pendatang baru saat arus balik Lebaran. Ini lantaran, tak menutup kemungkinan pendatang baru tersebut tak dilengkapi keahlian hingga memicu masalah baru. Pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti Yayat Supriyatna mengatakan, para pendatang baru yang mengadu nasib ke ibu kota tanpa keahlian bisa menambah beban pemprov. Pasalnya, lapangan kerja saat ini mulai terbatas dan berimbas pada pendapatan yang kecil. ”Dengan gaji yang kecil dan tinggal di Jakarta yang biaya hidupnya tinggi, dampak sistemiknya munculnya permukiman/kampung kumuh, meningkatnya masalah kriminal, dan bertambahnya jumlah masyarakat penyandang masalah sosial yang membebani Jakarta,” katanya seperti dikutip Antara. Baca: Harga Tiket Bus di Kudus saat Arus Balik Bikin Geleng-Geleng Tak hanya itu, ia juga mengingatkan, jika arus balik atau urbanisasi hanya berkontribusi antara 1,4-4 persen bagi PDRB DKI. Kondisi tersebut berbeda jauh dengan negara lain seperti Cina dan Thailand yang arus urbanisasinya bisa memberi kontribusi hingga 7 persen terhadap PDRB daerah yang dituju. Yayat kemudian mengusulkan agar ada redistribusi fungsi untuk masalah urbanisasi, yakni dengan menyebarkan pusat-pusat ekonominya ke daerah-daerah di luar DKI Jakarta. ”Redistribusi fungsi ini bisa dilakukan dengan pembuatan nota kesepahaman (MoU) dengan daerah berupa kesepakatan badan usaha daerah serta mempermudah perizinan usaha di daerah,” ujarnya. Langkah tersebut bisa dilakukan dengan merelokasi perusahaan-perusahaan yang ada di ibu kota ke luar DKI, sehingga para pencari kerja tidak perlu ke Jakarta untuk mencari kerja. Selain itu, Yayat juga mengemukakan untuk mendukung langkah tersebut, bisa dengan mempermudah perizinan perusahaan yang ada di daerah sesuai kerangka konstitusi, sehingga para pendatang tidak perlu ke DKI untuk mencari kerja. ”Ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemda DKI, tetapi juga tanggung jawab pemerintah daerah para peserta urbanisasi, tanggung jawab kita semua,” katanya.

Baca Juga

Komentar