Senin, 4 Maret 2024

Korban Keracunan Makanan Sragen 210 Orang, Ada yang Rawat Inap

Supriyadi
Sabtu, 29 April 2023 10:44:00
Para wargasaat berobat ke rumah bidan Desa Jambeyan, Sambirejo, Sragen karena mereka mengeluhkan mual-mual dan diare, Jumat (28/4/2023) malam. (Istimewa/Sugiyono)
Murianews, Sragen – Korban keracunan massal usai menyantap makanan punjungan atau tonjokan warga yang hendak hajatan di Sragen mencapai 210 orang. Dari jumlah tersebut, ada yang menjalani rawat inap di rumah sakit. Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sragen Nengah Adnyana Oka Manuaba mengatakan, data yang dilaporka ke Dinas Kesehatan Sragen saat ini mencapai 210 orang. Sementara itu, berdasar data dari PSC 119 Sukowati Sragen jumlah korban keracunan di dua desa tersebut baru mencapai 160 orang. Mereka terdiri atas 124 orang di Desa Jambeyan, 28 orang di Desa Sukorejo serta delapan orang menjalani rawat inap di Puskesmas Sambirejo, Sragen. ”Rata-rata para korban mengalami keluhan mual, muntah, dan diare,” katanya yang juga Ketua PSC 199 Sragen seperti dikutip Solopos.com. Baca: Ratusan Warga di Dua Desa di Sragen Keracunan Usai Santap Makanan Punjungan Ia menjelaskan, PSC 119 Sukowati mendapatkan laporan adanya dugaan keracunan makanan di Jambeyan pada Jumat malam pukul 22.00 WIB. PSC langsung berkoordinasi dengan Puskesmas Sambirejo dan PMI Sragen untuk penanganan keracunan tersebut. Mendapat kabar tersebut, tim langsung menuju ke bidan Desa Jambeyan untuk membantu penanganan korban keracunan. Hingga pukul 05.00 WIB, tercatat ada 160 orang yang mengeluh mual, muntah, dan diare. Ada delapan orang yang dirawat di Puskesmas Sambirejo. Oka pun menegaskan kondisi keracunan massal itu belum masuk kejadian luar biasa karena terjadinya peningkatan kasus atau kejadian penyakit tertentu di suatu daerah pada waktu tertentu maka perlu dikomparasikan dengan angka kejadian keracunan makanan di tempat tersebut. ”Saya juga sedang konfirmasi dengan Subkoordinator Surveilans Epidemiologi Dinkes dan kepala Puskesmas Sambirejo. Kejadian luar biasa itu yang mengeluarkan Kepala Dinas Kesehatan Sragen atas seizin Bupati Sragen setelah mendapat laporan dari puskesmas dan bidang P2P,” ujarnya.

Baca Juga

Komentar