Rabu, 28 Februari 2024

4 Polisi Juga Diperiksa Terkait Tahanan Polresta Banyumas Meninggal Penuh Luka

Supriyadi
Rabu, 7 Juni 2023 17:38:35
Ilustrasi. (Polri.go.id)
Murianews, Banyumas – Selain menetapkan sepuluh tersangka, Polresta Banyumas juga memeriksa empat polisi terkait meninggalnya tahanan berinisial OK (26). Keempat polisi tersebut saat ini diperiksa sebagai saksi. Kasatreskrim Polresta Banyumas Agus Supriyadi mengatakan, jumlah saksi yang diperiksa jumlahnya ada delapan. Empat di antaranya merupakan anggota kepolisian yang berjaga saat penganiayaan sesama tahanan terjadi. ”Petugas kepolisian ada empat orang yang diperiksa secara internal ditambah ada empat lagi saksi dari tahanan. Karena pada saat kejadian ada tahanan yang memukul dan tidak memukul kami jadikan saksi,” kata Kasatreskrim seperti dikutip Detik.com. Selain itu, Agus juga menyebut akan melakukan evaluasi setelah adanya peristiwa penganiayaan sesama tahanan di Rutan Polresta Banyumas. ”Evaluasinya itu kami lakukan pemeriksaan secara internal,” terangnya. Baca: Polresta Banyumas Tetapkan 10 Tersangka Kasus Tahanan Meninggal Penuh Luka Dalam kasus ini, polisi sudah menetapkan 10 tersangka. Ke-10 tersangka tewasnya OK ini merupakan sesama tahanan di Polresta Banyumas. Mereka berinisial D, JW, AD, SA, YT, DA, LW, Y, YA dan IW. Dari hasil penyelidikan ada peran-peran dari pelaku yang melakukan penganiayaan. ”Dari kasus ini kami lakukan pendekatan secara scientifik crime identification yaitu salah satu bukti adalah CCTV yang ada di dalam ruang tahanan tersebut sehingga bisa mengungkap peran dari masing-masing tersangka yang berstatus sebagai tahanan yang saat ini menjalani proses hukum di Polresta Banyumas,” terangnya. Agus menjelaskan para pelaku menganiaya korban menggunakan tangan kosong. Saat diperiksa tidak ditemukan senjata tajam di dalam ruang tahanan. ”Di dalam tahanan sejauh ini belum ditemukan senjata tajam. Dari penyelidikan kami, mereka menggunakan tangan kosong dan kaki berdasarkan keterangan tersangka,” ungkapnya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya para pelaku dijerat dengan pasal 170 KUHP. Dengan ancaman penjara maksimal 7 tahun.

Baca Juga

Komentar