Rabu, 28 Februari 2024

Sempat Diteriaki Petugas, Ibu di Klaten Meninggal Tertabrak Kereta

Supriyadi
Jumat, 30 Juni 2023 11:11:01
Ilustrasi mayat
Murianews, Klaten – Seorang ibu berusia 61 tahun berinisial KS meninggal dunia usai tertabrak kereta api (KA) Kahuripan relasi Stasiun Kiarancondong (Bandung)-Blitar di selatan perlintasan Desa Mrisen, Kecamatan Juwiring, Klaten, Jumat (30/6/2023). Sesaat sebelum kejadian, petugas jaga palang kereta yang melihat korban, sempat meneriakinya untuk segera menjauh. Sayang, teriakan tersebut diduga tidak terdengar hingga akhirnya tertemper kereta. Manajer Humas KAI Daop 6 Franoto Wibowo membenarkan kejadian tersebut. Ia pun mengatakan peristiwa itu terjadi di KM 124+8 Jalur Hulu antara Stasiun Ceper-Delanggu pukul 07.05 WIB. ”Korban sudah dievakuasi oleh Unit Pengamanan dan kemudian ditangani oleh pihak kepolisian. Kejadiannya tadi pagi pukul 07.05,” katanya dalam siaran persnya. Baca: Berhenti di Tengah Perlintasan, Mobilio di Banyuwangi Ini Tertabrak Kereta Api Atas kejadian tersebut, pihaknya pun mengimbau masyarakat tidak berkegiatan di jalur kereta api. Hal itu sesuai dengan Pasal 181 ayat (1) UU 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Penjaga perlintasan, Miftahul (38) menceritakan ia sempat melihat korban berdiri di pinggir rel. Ketika kereta akan melintas dari arah barat ke timur, masinis telah membunyikan bel dan ia juga sudah meneriaki korban. ”Saat kereta api mau lewat tahu-tahu korban sudah berdiri di pinggir rel kereta api. Kereta api membunyikan klakson tapi korban saya teriaki sudah tidak merespons sama sekali,” ungkap Miftahul kepada wartawan di lokasi kejadian. Korban meninggal di lokasi setelah terpental hingga beberapa meter dari tempat kejadian. ”Kalau terseret tidak tapi terpental. Saat kejadian palang sudah menutup sehingga banyak orang, saya mau lari nolong tidak mungkin,” imbuhnya.

Baca Juga

Komentar