Jumat, 23 Februari 2024

Belum Setahun, Kasus Stunting di Semarang Turun 1.000 Kasus

Supriyadi
Senin, 13 November 2023 16:31:00
Ilustrasi Stunting.(DKK Jepara)

Murianews, Semarang – Dinas Kesehatan Kabupetan Semarang mencatat kasus stunting di kabupaten berselogan Intanpari tersebut turun 1.000 kasus dari tahun 2022 lalu. Penurunan tersebut dimungkinkan akan terus bertambah lantaran saat ini belum ada setahun.

Bupati Ngesti Nugraha mengatakan, di tahun 2022 lalu total angka stunting di Kabupaten Semarang tercatat ada 3.190 kasus. Sementara di awal November 2023 ini, jumlah kasus stunting berada di angka 2.190 kasus atau turun 1.000 kasus.

Ngesti pun berharap penurunan kasus ini terus terjadi hingga akhir 2023. Karena itu ia mengajak pemangku kepentingan bersama para tenaga kesehatan bisa terus berinovasi menekan angka sekecil mungkin.

”Edukasi kepada ibu hamil dan anak muda juga akan terus ditingkatkan agar mereka paham betul pentingnya kesehatan anak,” katanya seperti dilansir dari laman resmi Pemkab Semarang, Senin (13/11/2023).

Kepala Dinas Kesehatan Dwi Saiful Noor Hidayat yang mendampingi Bupati melaporkan intensitas penanganan stunting terus ditambah. Dia mengaku turun tangan sendiri memantau kinerja kader kesehatan yang diberi tugas penanganan secara spesifik by name by address.

”Data kondisi harian penderita harus dilaporkan. Kita pantau terus apa yang telah dilakukan kader kesehatan pendamping. Pokoknya Kita ketati. Alhamdulilah di tribulan ketiga dan keempat tahun ini penurunannya agak banyak,” terangnya.

Di akhir tahun ini, Dinkes mentargetkan kasus stunting akan turun di bawah angka empat persen. Para balita yang dinyatakan lolos dari stunting akan terus dipantau dan tetap mendapat bantuan makanan bergizi lanjutan.

 

Komentar