Senin, 4 Maret 2024

Digerebek Warga, Begini Penjelasan Wakil Pengageng Keraton Solo

Supriyadi
Jumat, 1 Desember 2023 19:25:00
Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Solo, KP Dani Nur Adiningrat (kiri) saat memberikan keterangan kepada awak media beberapa waktu lalu. [Suara.com]

Murianews, Solo – Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Solo, KP Dani Nur Adiningrat alias D membantah kabar ia digerebek warga gegara kumpul kebo bersama seorang wanita. Dani pun menegaskan, wanita tersebut adalah adik angkatnya asal Blitar, Jawa Timur.

”Penggerebekan itu tidak benar. Tidak ada kumpul kebo. Dia itu adik angkat saya,” katanya seperti dilansir Suara.com.

Dani menduga, penggerebekan yang dilakukan tersebut merupakan hasutan beberapa pihak. Apalagi ada beberapa kejadian yang melatar belakangi kejadian tersebut. Saat ini pihaknya pun sudah melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian lantaran ada unsur kekerasan.

”Ini seperti ada yang mempolitisasi. Makanya saya akan melaporkan ke polisi karena tadi ada pemukulan dan kekerasan verbal,” kata Dani seperti dilansir Suara.com.

Ia menjelaskan, kejadian tak mengenakkan itu bermula saat adik angkatnya berinisial DPS mengeluh keberadaan jemuran dan garasi milik warga yang menggunakan jalan umum. Atas keluhan itu, ia pun mengadukan masalah tersebut hingga tingkat kelurahan dan kecamatan.

”Tapi sampai sekarang belum dibongkar, padahal itu jalan umum,” ujar dia.

Masalah lain, lanjut dia, beberapa waktu lalu dirinya menitipkan mobil sekitar pukul 22.00 WIB karena sedang berada di luar kota. Namun, sejumlah warga menyatroni rumah adik angkatnya dan mengiria dirinya berada di dalam.

”Rumahnya diketuk-ketuk warga dikira saya ada di dalam. Saya klarifikasi ke Pak Lurah dan sudah selesai. Tapi ternyata ada warga yang menganggap itu belum kelar sampai sekarang,” paparnya.

Tak berhenti sampai di situ, masalah lain muncul ketika adik angkatnya diminta iuran untuk pembuatan talud yang dipungut dari kas RT sebesar Rp 6 juta. Namun setelah dicek, Dani mengklaim jika pembangunan talud tersebut bersumber dari dana desa.

Dirinya sudah meminta penjelasan dari pihak kelurahan soal anggaran pembangunan talud tersebut, namun tak kunjung mendapat jawaban dan klarifikasi.

”Ternyata masalahnya malah merembet seperti ini dan dinarasikan kumpul kebo. Jadi kesannya dipolitisasi,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Solo berinisial D digerebek warga, Jumat (1/12/2023) siang. Ia digerebek bersama seorang wanita di Dukuh Palur Kulon, Desa Palur, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.

Berdasarkan informasi yang beredar, penggerebekan tersebut dilakukan lantaran keduanya diduga kumpul kebo selama lima bulan terakhir hingga membuat warga resah.

 

Komentar