Senin, 4 Maret 2024

3 Bocah di Demak Kepergok Polisi Bobol Toko di Tengah Banjir

Supriyadi
Senin, 12 Februari 2024 22:08:00
Ilustrasi banjir Demak. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

Murianews, Demak – Tiga bocah atau anak di bawah umur di Kabupaten Demak, Jawa Tengah ditangkap polisi. Gara-garanya, ketiganya kepergok polisi membobol toko modern di tengah banjir.

Ketiga bocah yang diketahui masih berstatus pelajar itupun langsung diamankan oleh Tim Patroli Ditlantas Polda Jateng. Mereka pun diamankan menggunakan mobil brimob untuk menghindari amukan massa.

Petugas patroli Bripka Ali Fahmi mengatakan, awalnya pihaknya bersama lima personel lainnta melakukan patroli di kawasan banjir. Patroli tersebut dilakukan lantaran adanya aduan para korban yang kehilangan harta benda saat banjir.

”Karena beredar kabar ada oknum yang bobol rumah atau bertindak kriminal kami patroli di sekitar lokasi banjir. Kami sisir rumah-rumah yang ketinggian airnya masih terjangkau,” katanya seperti dilansir Detik.com, Senin (12/2/2023)

Saat patroli di Dukuh Megarsari, Desa Karanganyar, pihaknya melihat gerak-gerik mencurigakan saat di area SPBU Desa Karanganyar. Pihaknya kemudian mengecek minimarket berjejaring di SPBU tersebut.

Saat itulah dia memergoki tiga bocah yang terciduk keluar dari minimarket tersebut. Saat diperiksa, ketiga bocah tersebut membawa sejumlah makanan.

”Mereka sudah keluar Alfamart SPBU Karanganyar. Toko modernnya juga sudah dibobol,” ungkapnya.

Ketiga bocah itu lalu dibawa ke Pos Tanggul Angin menggunakan pikap Brimob. Hal ini untuk menghindari amukan massa. Saat ini ketiga anak tersebut diketahui diamankan di Polsek Jati, Kabupaten Kudus.

Atas kejadian tersebut, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi pun menyatakan bakal menambah perahu karet di lokasi banjir demak. Selain untuk evakuasi, perahu tersebut juga untuk melakukan patroli ke rumah-rumah warga yang banyak ditinggal penghuninya mengungsi.

”Untuk menjaga keamanan bagi warga yang masih belum mau meninggalkan rumahnya, kita akan memperbanyak penyediaan perahu karet untuk patroli di sekitar permukiman warga. Sekaligus mengantisipasi tindak kriminalitas karena banyak rumah dan harta benda yang ditinggalkan,” tegasnya melalui keterangan resminya.

 

Komentar