Jumat, 1 Maret 2024

Cegah Perundungan di Jateng, Gerakan Ayo Rukun Segera Diluncurkan

Zulkifli Fahmi
Jumat, 17 November 2023 19:15:00
Kepala Disdikbud Jateng Uswatun Hasanah saat memberikan laporan terkait Gerakan Ayo Rukun pada Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana, Jumat (17/11/2023). (Murianews/Istimewa)

Murianews, Semarang – Upaya pencegahan perundungan dan kekerasan di sekolah terus digencarkan Pemprov Jateng, salah satunya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng.

Pencegahan perundungan itu salah satunya dengan menyemarakkan Gerakan Ayo Rukun. Program ini sendiri bakal diluncurkan pada 25 November 2023 mendatang bertepatan Hari Guru.

Kepala Disdikbud Jateng Uswatun Hasanah mengatakan, Gerakan Ayo Rukun adalah bentuk implementasi dari Permendikbudristek Nomor 46 tahun 2023 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan.

Ia menjelaskan, Ayo Rukun merupakan akronim dari Aksi Gotong Royong untuk Berantas Kekerasan dan Perundungan. Sementara ini baru 19 sekolah yang sudah mendeklarasikan Gerakan Ayo Rukun.

”Gerakan ini melibatkan unsur masyarakat, kepala sekolah, guru, dan juga murid sebagai agen perubahan,” jelas Uswatun.

Uswatun mengatakan, Gerakan Ayo Rukun merupakan konkret Pemprov Jateng sebagai langkah  preventif mangatasi kekerasan di sekolah atau satuan pendidikan.

Sebab, kasus kekerasan perempuan dan anak di Jawa Tengah masih tinggi. Beberapa di antaranya bahkan, terjadi di sekolah. Berdasarkan data DP3AK2KB Jateng per Juli 2023, ada 23 siswa di satuan pendidikan yang menjadi korban kekerasan.

”Harapannya di dalam Ayo Rukun ini adalah strategi agar di sekolah itu tercipta suasana yang menyenangkan, suasana belajar yang menyenangkan, sehingga tidak ada diskriminasi di dalamnya,” ujarnya.

Berdasarkan Permendikbudristek nomor 46 tahun 2023, ada enam jenis kekerasan yang sering tejadi di satuan pendidikan. Antara lain kekerasan fisik, kekerasan psikis, perundungan, kekerasan seksual, diskriminasi dan intoleransi, serta kebijakan yang mengandung unsur kekerasan.

Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengatakan, selain kasus kekerasan anak dan perempuan, kekerasan di satuan pendidikan termasuk yang menjadi perhatian. Gerakan ini pun diharapkan punya aksi nyata dan dampak yang jelas.

”Pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan ini harus serius. Jadi jangan hanya gerakan atau slogan saja, harus ada aksi nyata,” kata Nana saat menerima Kepala Disdikbud Jawa Tengah di kantornya, Jumat (17/11/2023).

Komentar