Angkutan Lebaran 2026, KAI Semarang Intensifkan Rawat Jalur Rel
Budi Santoso
Sabtu, 28 Februari 2026 21:33:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Semarang- Menjelang Angkutan Lebaran 2026, PT KAI Daop 4 Semarang mulai melakukan persiapan. Salah satunya adalah mengintensifkan perawatan jalur rel dan jembatan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan menghadapi Angkutan Lebaran 2026.
Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif, menyatakan panjang rel yang melintasi wilayah 10 kabupaten/kota di wilayah utara Jawa Tengah itu mencapai 677 km. Pada angkutan Lebaran 2026 jalur ini dimungkinkan mengalami peningkatan frekuensi KA yang melintas.
Peningkatan mobilitas masyarakat pada angkutan Lebaran 2026 juga menuntut kesiapan prasarana pendukung perkeretaapian. Perawatan yang dilakukan meliputi geometri jalur yang terdiri dari pengukuran dan penyesuaian lebar rel, serta perbaikan elevasi dan kelurusan rel.
Selain itu, PT KAI Daop 4 Semarang juga melakukan pemeriksaan jembatan dan drainase, di daerah rawan banjir dan genangan. Lainya juga dilakukan penambahan frekuensi patroli di daerah rawan ambles, banjir dan longsor, dengan menempatkan petugas siaga prasarana selama 24 jam di daerah pantauan khusus.
Melalui intensifikasi perawatan, PT KAI Daop 4 Semarang menargetkan tidak ada gangguan prasarana yang dapat menghambat perjalanan kereta api selama masa Angkutan Lebaran 2026. PT KAI juga menyiapkan tim tanggap darurat serta peralatan pendukung yang siap digunakan sewaktu-waktu apabila terjadi kondisi darurat di lapangan.
"Masyarakat juga diimbau untuk tidak beraktivitas di jalur rel serta disiplin saat melintas di perlintasan sebidang," katanya, seperti dilansir dari Antara, Sabtu (28/2/2026).



