Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Seorang pria lanjut usia (Lansia) berinisial PM (80), warga Dukuh Ngrendeng, Desa Sobayan, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Dengkeng, wilayah Desa Babadan, Kecamatan Karangdowo, Minggu dini hari.

Jasad Lansia ini ditemukan dalam kondisi mengapung oleh pemancing ikan yang sedang memancing di lokasi sekitar pukul 01.00 WIB, Minggu (7/6/2026) dinihari. Penemuan mayat itu kemudian dilaporkan kepada aparat desa, kepolisian, dan tim relawan setempat.

Koordinator Relawan Karangdowo (Rekad), seperti dilansir dari detikJateng. M Husni Thamrin, mengatakan proses evakuasi dilakukan bersama anggota Polsek Karangdowo, relawan gabungan, dan warga sekitar.

Menurut Husni, kondisi jenazah Lansia itu menunjukkan dugaan telah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan. Dari informasi yang diperoleh warga, korban diketahui sudah meninggalkan rumah sejak beberapa hari terakhir.

Dalam laporan yang dimuat detikJateng, Minggu (7/6/2026), Husni menyebut korban sempat terlihat berada di sekitar kawasan Majasto yang berada di timur Desa Babadan beberapa hari lalu.

Keluarga korban kemudian datang ke lokasi setelah identitas korban berhasil dikenali. Jenazah Lansia itu selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga sekitar pukul 04.00 WIB untuk dimakamkan.

Kapolsek Karangdowo AKP Sumasna menjelaskan hasil pemeriksaan awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Pihak keluarga juga menyampaikan, Lansia itu memiliki riwayat penyakit epilepsi. Keterangan tersebut menjadi salah satu dasar bagi keluarga untuk menerima kejadian itu sebagai musibah.

Polisi memastikan proses identifikasi telah selesai dilakukan dan tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Meski demikian, aparat tetap melakukan pendataan dan pencatatan atas kejadian tersebut sebagai bagian dari prosedur penanganan temuan jenazah.

Peristiwa ini sempat menarik perhatian warga sekitar lokasi penemuan. Sejumlah warga turut membantu proses evakuasi hingga jenazah Lansia ini berhasil dibawa dari aliran sungai.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler