Gubernur Luthfi Minta Daerah Dilibatkan untuk Evaluasi Program MBG
Cholis Anwar
Jumat, 5 Juni 2026 22:55:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Surakarta – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta agar pemerintah daerah dilibatkan dalam hal evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilakukan oleh pemerintah pusat.
Menurutnya, hal ini penting lantaran pemda setempat yang lebih memahami kondisi riil pelaksanaan MBG di lapangan.
”Meskipun Makan Bergizi Gratis merupakan program pemerintah pusat, pemerintah daerah tetap harus dilibatkan dalam evaluasi pelaksanaannya,” kata Luthfi dalam Rapat Koordinasi Regional Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program Direktif Presiden Batch II Provinsi Jawa Tengah 2026 di Lorin Hotel Surakarta, Kamis (5/6/2026).
Luthfi menegaskan, evaluasi MBG ini tidak hanya berkutat pada makanan, tetapi ada aspek lain yang saling keterkaitan. Ia menyebut, aspek yang tidak kalah penting untuk dievaluasi adalah menu makanan, keamanan pangan, sertifikasi halal, hingga Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Luthfi menilai, menu MBG tidak bisa diseragamkan sepenuhnya. Mengingat setiap daerah memiliki ketersediaan bahan pangan, kebiasaan konsumsi, dan karakteristik anak yang berbeda.
Karena itu, pihaknya mendorong agar Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan keluarga (TP PKK) dalam hal ini bisa dilibatkan. Menurutnya, PKK dinilai bisa membantuk untuk menyesuaikan menu yang dibutuhkan peserta didik.
Ia mencontohkan, pelibatan PKK dalam pendampingan MBG di Solo dapat menjadi pola yang direplikasi daerah lain. Pendekatan ibu-ibu dinilai lebih dekat dengan kebutuhan anak.
”Dengan melibatkan kearifan lokal dan pendekatan ibu-ibu melalui PKK, pelaksanaan MBG bisa lebih tepat sasaran dan lebih sesuai dengan kebutuhan anak-anak,” katanya.
Capaian program...
- 1
- 2



