Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Semarang – Beberapa wilayah di Jawa Tengah mengalami cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir. Dimana, hujan di sore hari setelah cuaca terik di siang hari.

Apakah ini pertanda Jateng telah memasuki musim hujan? Ternyata belum. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan setelah panas terik, dipengaruhi variabel cuaca. Kepala BMKG Jawa Tengah Sukasno membeberkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan kondisi tersebut.

Pertama, aktifnya gelombang atmosfer tipe Rossby Equatorial di wilayah Jawa. Kemudian, menghangatnya suhu muka air laut di wilayah laut Jawa bagian selatan, disertai dengan kelembapan udara per lapisan yang cenderung tinggi, berpotensi meningkatkan aktivitas pembentukan awan konvektif di wilayah Jawa Tengah.

Karenanya, hingga 12 September 2024, diperkirakan masih akan ada kondisi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jawa Tengah.

”Labilitas lokal kuat mendukung proses konvektif pada skala lokal, diamati di Jawa Tengah. Dalam dua hari ini diperkirakan masih ada potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin, kilat, dan angin kencang,” ujar Sukasno via telepon, Selasa (10/9/2024), dilansir dari laman Pemprov Jateng.

Setelah 12 September, diperkirakan fenomena hujan pada sore hari setelah terik saat siang, akan mereda. Cuaca diperkirakan berjalan sebagaimana musim kemarau.

Sukasno mengatakan, Jawa Tengah diperkirakan memasuki musim hujan pada akhir September 2024. Wilayah Jateng bagian tengah, seperti Pekalongan Tengah, Banyumas Utara, akan berpeluang mengalami hujan lebih awal.

Sementara wilayah lain, akan memasuki musim hujan pada dasarian I, II, dan III Oktober 2024.

”Musim hujan belum kami rilis prakiraan masih akhir bulan September, untuk awal musim hujan di Jateng bagian tengah. Untuk petani, kami sampaikan ini belum masuk musim hujan,” jelas Sukasno.

Oleh karenanya, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kenaikan temperatur, potensi kebakaran lahan dan hutan, serta waspada potensi cuaca ekstrem pada periode tiga hari ke depan.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler