Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Magelang – Pertunjukan Sendratari akan digelar rutin di objek wisata Negeri Kahyangan di Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Upaya ini dilakukan untuk menambah daya tarik kunjungan wisatawan.

Pertunjukan di altar kahyangan tersebut, menggabungkan tari dan drama tanpa dialog, mengangkat cerita ”Sosok Pangeran dengan Tujuh Bidadari”. Sendratari itu dimainkan para seniman asal lereng Gunung Merbabu.

Pengelola destinasi wisata Negeri Kahyangan Supri menjelaskan, pertunjukan sendratari ini, diyakini bisa menarik wisatawan untuk datang ke objek wisata Negeri Kahyangan.

Terbukti, pada libur Lebaran 2025 lalu, adanya sendratari bisa menambah ribuan pengunjung yang datang. Maka untuk mempertahankan kunjungan wisatawan tersebut, sudah diagendakan setiap minggu pertama dilangsungkan pertunjukan sendratari Kahyangan.

”Harapan ke depan, Sendratari Kahyangan akan ditampilkan setiap hari minggu, sehingga bisa memberikan nilai tambah bagi wisatawan yang datang. Sedangkan waktu pertunjukan, pukul 16.00 WIB, tapi karena saat ini masih musim hujan, pertunjukan bisa diubah menjadi jam 13.00 WIB,” jelas Supri, dilansir dari laman Pemkab Magelang, Sabtu (24/5/2025).

Menurut Supri yang juga kepala dusun setempat, pertunjukan sendratari itu menceritakan seorang Pangeran Khayangshurah yang sedang menari bersama tujuh bidadari, namun diganggu oleh Bhuto Ijo yang hendak merebutkan para bidadari.

Alur cerita perebutan bidadari antara Bhuto Ijo dengan Pangeran Khayangshurah, berakhir setelah datangnya sosok Hanoman Putih sebagai pahlawan. Sehingga Pangeran Khahyangshurah berhasil mengalahkan dan mengusir Bhuto Ijo tersebut.

Pertunjukan Sendratari Kahyangan ini, lanjut Supri, bisa menarik wisatawan untuk datang ke objek wisata Negeri Kahyangan. Terbukti, pada libur Lebaran 2025 lalu, bisa menambah ribuan pengunjung yang datang.

Setiap Minggu Pertama... 

Maka untuk mempertahankan kunjungan wisatawan tersebut, sudah diagendakan setiap minggu pertama dilangsungkan pertunjukan Sendratari Kahyangan.

"Harapan ke depan, Sendratari Kahyangan akan ditampilkan setiap hari minggu, sehingga bisa memberikan nilai tambah bagi wisatawan yang datang. Sedangkan waktu pertunjukan, pukul 16.00 WIB, tapi karena saat ini masih musim hujan, pertunjukan bisa diubah menjadi jam 13.00 WIB," jelas Supri.

Para pemain sendratari Kahyangan ini, semuanya seniman asal Desa Wonolelo. Tujuannya untuk mengangkat budaya dan kearifan lokal.

Pengelola objek wisata Negeri Kahyangan menciptakan sebuah karya dalam bentuk sendratari. Dengan memberdayakan warga sekitar agar bisa mengangkat pendapatan bagi para pelaku seni.

”Ini salah satu upaya untuk menguri-uri (melestarikan) budaya yang ada,” tambahnya.

Tiket masuk ke Negeri Kahyangan Rp 20.000 per orang sudah termasuk semua spot. Sebelumnya, jika ke spot Istana Kahyangan berbiaya Rp 10.000, spot yang lain Rp 10.000.

Sekarang harga  tiket masuk dijadikan satu menjadi Rp 20.000 per orang untuk hari biasa, sedangkan Sabtu-Minggu Rp 25.000 per orang.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler