Negeri Kahyangan Magelang Panen Raya Kopi, Harganya Bikin Petani Cuan
Dani Agus
Rabu, 23 Juli 2025 14:43:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Pertanian kopi di Gapoktan Mekarsari Desa Wonolelo dikembangkan secara maksimal sejak 2019. Termasuk proses pengolahan biji kopi luwak liar menjadi produk siap jual.
Menurut Sukimin khusus biji kopi luwak Wonolelo sangat spesial karena diperoleh dari luwak liar bukan budidaya. Para petani biasa mendapatkan biji kopi tersebut dari ladang saat melakukan panen.
”Harga kopi luwak berbeda dari kopi arabika biasa yakni Rp 500 ribu per kilogramnya,” tuturnya.
Tanaman kopi arabika di Desa Wonolelo tumbuh subur di antara wisata Negeri Kahyangan.
Lokasinya yang berada di lereng Gunung Merbabu dan Merapi dengan ketinggian lebih dari 1.600 meter di atas permukaan laut (mdpl) menjadikan kopi Wonolelo terkenal dengan aroma dan rasa buah yang khas.



