Tradisi Ruwat Rawat Borobudur Diusulkan Masuk Daftar WBTB Unesco
Dani Agus
Senin, 29 September 2025 21:05:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Ia melakukan wawancara terhadap 12 narasumber kunci lengkap dengan dokumentasi visual. Mulai dari sedekah bumi, diskusi budaya dan diskusi situs cagar budaya, hingga pertunjukan Karmawibangga.
Kemudian, lanjut Novita, pada 30 Oktober 2024 artikel hasil riset selama tiga tahun bertajuk Revitalisasi Candi Borobudur: Mengeksplorasi Dimensi Budaya dan Spiritual Melalui Ruwat Rawat untuk Identitas Nasional tersebut dikirim ke sejumlah jurnal internasional.
Selang satu tahun, tepatnya pada 25 September 2025, jurnal Heritage and Society yang merupakan jurnal terbaik di dunia dengan reputasi tinggi menerbitkannya secara online.
”Di situ kita merekomendasikan RRB bisa menjadi bagian dari penghargaan heritage tak benda seperti tradisi Grebeg lempeng yang ada di Sumberarum Tempuran,” tutur Novita.



