Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar pelatihan Pemandu Wisata Gunung (PWG) guna membuka peluang kerja bagi masyarakat. Pelatihan ini diberikan seiring meningkatnya tren jelajah alam yang turut mendongkrak sektor pariwisata.

Sebanyak 16 peserta terpilih dari 250 pendaftar mengikuti praktik lapangan, setelah sebelumnya mendapatkan pembekalan teori di Balai Latihan Kerja (BLK) Jasa Pariwisata milik Disnakertrans Jateng.

Mereka mengikuti kegiatan orientasi alam PWG 2026 di jalur pendakian Perantunan, Gunung Ungaran, 17-18 April 2026.

Staf BLK Jasa dan Pariwisata Jateng Hamid Adityawarman mengatakan, pelatihan PWG dibuka untuk menangkap potensi kebutuhan pemandu gunung profesional. Pelatihan itu diselenggarakan dengan sistem asrama selama 100 jam, yang meliputi teori dan praktik.

Ditambahkan, peserta berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah, dan rata-rata telah memiliki pengalaman sebagai pemandu maupun pegiat wisata alam.

”Prinsipnya, kegiatan ini bertujuan melatih calon pemandu wisata gunung, agar memiliki kompetensi sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI),” ujarnya.

Program tersebut juga mendapat dukungan dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Hal itu sejalan dengan penetapan 2027 sebagai tahun pariwisata dan ekonomi syariah.

Dalam pelaksanaannya, pelatihan PWG menggandeng Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) untuk memastikan standar nasional terpenuhi, sehingga peserta yang dinyatakan kompeten siap terjun ke dunia profesional.

Lembaga Sertifikasi Profesi... 

Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang berlisensi BNSP.

Ketua APGI Jawa Tengah Lazuardi, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, minat wisatawan untuk mendaki sangat tinggi. Dari 15 kawasan wisata gunung di Jawa Tengah, tercatat sekitar 900 ribu pendaki setiap tahun.

Lazuardi menambahkan, kebutuhan pemandu wisata gunung di Jawa Tengah masih besar. Saat ini jumlah pemandu profesional sekitar 160 orang, belum sebanding dengan meningkatnya minat pendakian.

”Ini menjadi terobosan di bidang pemandu wisata gunung, mengingat potensi pariwisata gunung di Jawa Tengah sangat besar,” ungkapnya.

Hal tersebut dibuktikan dengan peserta batch pertama PWG 2025, yang telah terserap di sejumlah penyelenggara wisata alam. Dari sisi pendapatan, pemandu wisata gunung di Jawa Tengah dapat memperoleh Rp 350 ribu hingga Rp 650 ribu per hari.

”Dalam pelatihan ini diajarkan berbagai keterampilan teknis, mulai dari pelayanan tamu, mendirikan kemah, navigasi, pengetahuan keanekaragaman hayati dan budaya, hingga kode etik pemandu wisata,” jelas Lazuardi.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News