Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Temanggung – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, Candi Borobudur tidak boleh berdiri sebagai destinasi tunggal, melainkan harus menjadi hub yang menghubungkan berbagai objek wisata unggulan di sekitarnya.

Kawasan Candi Borobudur diproyeksikan menjadi pusat pengembangan wisata berkelanjutan yang menghubungkan destinasi unggulan di Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Purworejo, Kebumen, dan Temanggung (Keburejo-Gelangmanggung).

Melalui penguatan konektivitas antardestinasi, pengembangan desa wisata, serta integrasi kalender event, kawasan aglomerasi diharapkan mampu menciptakan pergerakan wisatawan yang lebih merata, sekaligus memperbesar dampak ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, konsep tersebut telah diterapkan di sejumlah negara tujuan wisata dunia, di mana wisatawan yang datang ke satu destinasi utama langsung diarahkan untuk mengunjungi berbagai kawasan penyangga yang saling terhubung.

”Di Turki, begitu masuk ke sana langsung ditawari destinasi ke beberapa tempat. Semua sudah terkoneksi. Di wilayah eks Karesidenan Kedu juga harus begitu. Dampak Borobudur bisa dirasakan oleh Kebumen, dan pantai-pantai Kebumen yang bagus juga bisa dirasakan oleh wisatawan di Borobudur,” kata Luthfi, dalam Rembug Pembangunan Jawa Tengah yang digelar di Pendapa Kabupaten Temanggung, Rabu (3/6/2026).

Ia menilai, konektivitas antarwilayah perlu segera dirumuskan secara detail sebagai panduan pengembangan wisata berkelanjutan.

Integrasi tersebut mencakup kawasan Borobudur-Kopeng-Rawa Pening, destinasi wisata di Purworejo, hingga kawasan Geopark dan wisata pantai di Kebumen.

Selain konektivitas, Luthfi juga menyoroti pentingnya pengembangan desa wisata sebagai penguat ekosistem pariwisata.

Pengembangan Desa Wisata Baru... 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler