Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Temanggung – Sebanyak 26 calon personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menjalani Pelatihan Pendidikan Dasar. Dari total 26 peserta, tiga di antaranya merupakan calon relawan perempuan.

Pelatihan calon Tagama yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Temanggung dilangsungkan selama empat hari, pada Selasa-Jumat (9-12/6/2026).

Bupati Temanggung Agus Setyawan sempat hadir dalam sarasehan malam keakraban pendidikan dasar calon Tagana di Serbut River Camp Kledung, Kamis (11/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Agus mengingatkan pentingnya ketulusan lahir dan batin sebagai modal bagi calon personel Tagana. Pasalnya, prioritas utama keberadaan relawan kemanusiaan saat bencana melanda adalah menyelamatkan nyawa dan memastikan kesehatan warga.

”Kalau sudah aman dan sehat, baru kepikiran bondhone (hartanya). Maka, harapan saya menjadi relawan itu, ya relawan lahir batin. Tidak hanya gagah, karena berseragam, dan hadir bukan sekadar untuk formalitas foto-foto, tapi memang siap bergerak paling awal,” pesan Agus, dilansir dari laman Pemkab Temanggung.

Bupati yang akrab disapa Agus Gondrong ini lantas menceritakan pengalamannya saat ikut terjun dalam misi kemanusiaan Temanggung Peduli di Aceh Tamiang, Januari lalu.

Ia mengapresiasi kinerja relawan yang tidak hanya andal dalam mengelola dapur umum, melainkan juga ”sat-set” bergotong-royong membersihkan fasilitas publik tiga bangunan sekolah di sana. 

”Enggak usah menunggu undangan datang. Kalau itu memang ada sebuah kejadian bencana yang membutuhkan bantuan orang lain ya sat-set. Prinsipnya, menjadi relawan itu panggilan hati,” tutur Agus Gondrong.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler