Gubernur Jateng Buka Peluang Iwapi untuk Kelola Potensi Aset Daerah
Dani Agus
Sabtu, 25 Juli 2026 08:41:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi membuka peluang bagi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) untuk memanfaatkan aset milik pemerintah provinsi, guna mengembangkan usaha dan memperkuat ekonomi daerah.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Pengukuhan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Iwapi Jawa Tengah periode 2026-2031, di Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (24/7/2026).
Luthfi berharap, Iwapi tidak cukup hanya membangun jejaring bisnis antaranggota, tetapi juga harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, melalui pengembangan potensi daerah.
”Jangan cari untung saja, tetapi harus punya dampak bagi masyarakat di mana Iwapi berada,” kata dia.
Ditambahkan, Jawa Tengah memiliki potensi besar yang bisa dimanfaatkan pelaku usaha perempuan, mulai dari aset pemerintah, kawasan perkebunan, hingga berbagai potensi ekonomi di kabupaten dan kota.
Karena itu, ia meminta pengurus Iwapi aktif membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, untuk mengembangkan potensi tersebut.
Dalam kesempatan itu, Luthfi juga mendorong para pengusaha perempuan tersebut, ikut mendampingi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di daerahnya masing-masing, supaya berkembang.
Sebab, UMKM perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari akses permodalan, peningkatan kualitas kemasan produk, pemasaran, hingga perluasan akses ekspor.
Memperluas Jejaring Internasional...
Saat ini, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada Triwulan I 2026 mencapai 5,89 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Capaian tersebut perlu dijaga melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk organisasi perempuan pengusaha.
Ketua DPD Iwapi Jawa Tengah, Ning Wahyu Astutik mengatakan, organisasinya kini telah memiliki kepengurusan di tingkat cabang di seluruh Jateng, dengan jumlah anggota mencapai 3.000 orang.
Pada periode 2026-2031, Iwapi menargetkan pembentukan kepengurusan hingga tingkat kecamatan, memperkuat peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta mempercepat digitalisasi pelaku usaha perempuan, melalui pelatihan dan pengembangan pemasaran berbasis digital.
”Kami ingin usaha anggota Iwapi naik kelas, dan semakin mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” ujar Ning.
Ketua Umum DPP Iwapi Nita Yudi menambahkan, digitalisasi menjadi tantangan utama yang masih dihadapi pelaku UMKM perempuan.
Karena itu, pihaknya telah mengembangkan platform Iwapi Digital sebagai wadah informasi organisasi, sekaligus sarana penguatan jaringan usaha anggotanya.
Dia membeberkan, Iwapi saat ini memiliki lebih dari 40 ribu anggota yang tersebar di 38 provinsi dan 259 kabupaten/kota, serta terus memperluas jejaring internasional untuk membuka peluang pasar ekspor bagi pelaku usaha perempuan Indonesia.



