Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dari 30 pelajar tersebut, polisi menetapkan tiga orang di antaranya sebagai tersangka. Tiga orang ini yang diduga membacok korban menggunakan pedang.

Kapolres Magelang, AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan, tiga tersangka itu yakni LR(18) warga Mertoyudan, IP (19) warga Kaliangkrik, dan NA (17) warga Grabag, Kabupaten Magelang. Mereka merupakan siswa SMK swasta di Kota Magelang.

“Mereka mengaku membacok korban menggunakan senjata tajam. Mereka membacok dan mengenai punggung korban beberapa kali,” katanya.

Ia menyebut, peran ketiga tersangka diketahui berdasarkan rekaman video, keterangan saksi di tempat kejadian perkara dan pengakuan tersangka yang melakukan pembacokan serta penusukan terhadap korban yang menyebabkan meninggal dunia.

Dari hasil pemeriksaan juga diketahui penyebab tawuran itu akibat saling ejek di media sosial. Kemudian para pelajar tersebut saling tantang dan menentukan tempat untuk tawuran.

Sementara itu, salah satu tersangka berinisial LR mengaku hanya ikut-ikutan saja. Saat itu ia diajak temannya dan sebagai bentuk solidaritas.
Kepada polisi ia juga mengakui telah membacok korban. “Saya menyesali perbuatan saya,” katanya.Baca : Tawuran, Satu Pelajar SMK di Magelang MeninggalAksi tawuran itu terjadi pada Kamis (31/1/2019) sekitar pukul 17.00 WIB, di Jetak, Blabak, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Akibat tawuran itu, seorang pelajar SMK Ma`arif Salam atas nama Nasrul Aziz (17) meninggal dengan luka senjata sajam.Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Ma`arif Sunarto mengatakan korban Nasrul Aziz merupakan siswa kelas III. Kejadian tersebut terjadi sehabis uji coba ujian nasional berbasis komputer (UNBK).“Kejadian habis uji coba UNBK. Sebelum uji coba semua orang tua kami panggil untuk menjaga anaknya,” katanya.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler