Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, PekalonganBanjir Bandang menerjang Desa Wangandowo Sabrang, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Rabu (13/3/2024) malam. Akibat kejadian tersebut dua orang yang merupakan ibu dan anak meninggal.

Selain itu, sebanyak 50 rumah juga rusak akibat banjir bandang tersebut. Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih melakukan pendataan rumah.

Relawan SAR Nidhomudin menyebutkan, dua orang yang meninggal dunia itu yakni Warsilah (38) dan Sifa (10), warga Desa Wangondowo. Ibu dan anak tersebut ditemukan di dekat reruntuhan bangunan.

”Kedua korban ditemukan oleh Tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia,” katanya seperti dikutip Murianews.com dari Tribun Jateng, Kamis (14/3/2024).

Saat ditemukan, lokasi keduanya berada berdekatan, yakni berjarak 10 meter. Saat ini kedua jenazah sudah dievakuasi dan akan dimakamkan.

Sementara itu, terkait penyebab banjir bandang diduga disebabkan lantaran tanggul pembangunan pabrik sepatu jebol. Selain itu, intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir membuat debit air terus naik.

”Banjir bandang ini datang cepat banget dan lumayan lama. Ditambah deras sekali airnya, dan isinya material tanah dan baru,” kata Carik Desa Wangandowo Emi.

Sementara itu, banjir bandang ini sempat terekam warga. Nampak di dalam rekaman video, debit air mengalir dengan deras.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan Budi Raharjo di Pekalongan mengatakan pihaknya bersama TNI/Polri dan sukarelawan masih melakukan proses evakuasi terhadap para korban hingga Kamis (14/3) dinihari.

 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler