Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, SemarangInflasi di Jawa Tengah relatif terkendali saat momen Lebaran 2024. Berdasarkan catatan BPS Jateng, angka inflasi month to month di Jateng pada April 2024 berada di angka 0,20 persen.

Sementara inflasi tahun ke tahun berada di kisaran 3,27 persen. Itu diungkapkan Kepala BPS Jateng Dadang Hardiwan dalam rilisnya, Kamis (2/5/2023).

Dadang mengatakan, inflasi pada April 2024 lebih rendah dibandingkan yang terjadi di Maret 2024. Bahkan, angkanya di bawah catatan nasional.

”Tercatat secara month to month pada April 2024 sebesar 0,20 persen. Ini lebih rendah bila dibandingkan inflasi nasional yang tercatat 0,25 persen,” jelasnya.

Di kesempatan itu, Dadang mengungkapkan catatan ekspor nonmigas di Jateng pada Maret 2024. Ia menyebut ada tren positif pada perdagangan luar negeri Jawa Tengah.

Dalam catatannya, nilai ekspor pada Maret 2024 sebesar 950,59 juta dolar AS. Angka itu naik 3,05 persen dibandingkan ekspor Februari 2024.

Ekspor nonmigas pada Maret 2024 mencapai 903,13 juta dolar AS naik 0,07 persen, atau 0,63 juta dolar AS dibanding Februari 2024.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah (Sekda Jateng) Sumarno mengungkapkan jurusnya menekan inflasi di Jawa Tengah. Salah satunya meninstruksikan pemangku daerah di 35 kabupaten/kota untk Menyusun neraca pangan.

Kemudian, meninstruksikan adanya kerja sama antar daerah. Itu dilakukan guna menekan harga pangan yang kerap terjadi saat momen Idulfitri. Harga pangan yang tidak stabil bisa ditekan.

”Upaya yang kita lakukan, kami dari Provinsi Jawa Tengah, kaitannya pengendalian inflasi, seperti gerakan pangan murah, cadangan pangan pemerintah, fasilitasi distribusi. Kita bersama BI juga mendirikan kios pandawa kita. Mungkin nanti bisa direplikasi kabupaten/ kota,” ujar Sumarno.

Sumarno kemudian mengajak kepala daerah bekerja sama pada pendistribusian kebutuhan pangan. Menurutnya, kerja sama pemenuhan pangan sangat mungkin dilakukan, mengingat Jateng sebagai produsen berbagai produk pertanian.

”Untuk menyusun neraca pangan dengan baik dan potensi kerja sama antardaerah, karena produksi di satu daerah banyak di satu daerah kurang, sehingga butuh kerja sama untuk distribusi ini,” jelasnya.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler