Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Semarang – Sebanyak tiga orang meninggal dalam banjir Semarang, Jateng yang telah melanda sejak delapan hari lalu, Rabu (22/10/2025). Mereka meninggal karena tenggelam saat banjir.
Para korban tenggelam di waktu yang berbeda. Dari ketiganya, dua di antaranya masih anak-anak.
Korban pertama yakni, Eko Rusianto, warga Panggung Kidul, Kecamatan Semarang Utara. Ia tenggelam saat memberihkan sampah di Kolam Retensi Trimulyo, Sabtu (25/10/20250.
Saat itu, korban membersihkan kolam tanpa rompi pelampung dan hanya mengandalkan ban dalam mobil. Di duga, korban terpeleset hingga akhirnya tenggelam karena tak bisa tenggelam.
Korban kedua yakni, bocah berinisial FAS. Ia tenggelam di Jembatan Pertigaan Masjid Gebangsari, Kecamatan Genuk.
Berdasarkan informasi, korban tenggelam saat bermain luapan air akibat banjir di wilayah tersebut.
Terakhir, yakni bocah 7 tahun bernama Achmad Rifqie Arzan (7). Korban ditemukan meninggal usai tenggelam di selokan Perumahan Graha Mukti Asri Tlogomulyo, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Selasa (28/10/2025).
”Iya, jadi (korban) terpeleset kemudian hanyut dan meninggal. Itu korban laka (kecelakaan) air,” kata Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto, seperti dikutip dari Detik.com, Rabu (29/10/2025).
Ditemukan...
- 1
- 2



