Rabu, 22 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Semarang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperingatkan masih adanya potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia, tak terkecuali di Jawa Tengah.

Dalam keterangan resminya, BMKG menyebut Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah dengan peningkatan intensitas hujan yang signifian dalam beberapa hari terakhir dengan curah hujan 188,4 mm per hari.

BMKG mengatakan, cuaca ekstrem itu terjadi akibat adanya kombinasi beberapa faktor regional, yakni adanya sirkulasi siklonik dan penguatan monsun dingin Asia.

Sirkulasi siklonik ini berada di selatan Nusa Tenggara Barat dan telah berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S. Selain itu, terdapat hembusan udara lembab yang dibawa monsun Asia yang aktif.

Monsun ini terdeteksi bergerak lebih cepat dari Laut Cina Selatan ke Selat Karimata hingga mencapai Pulau Jawa.

Kombinasi keduanya kemudian membentuk dan mengungatkan daerah konvergasi dalam skala yang luas di wilayah selatan Indonesia, khususnya Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat.

”Sehingga berperan penting dalam memicu pertumbuhan awan hujan intensif pada wilayah tersebut,” jelas BMKG dalam keterangan resminya seperti dikutip, Jumat (16/1/2026).

Menurut prakiraan BMKG, kondisi cuaca di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah masih berpotensi terjadi hujan lebat yang disertai petir dan angina kencang. Kondisi itu diperkirakan masih akan terjadi hingga 22 Januari 2026.

Daftar Wilayahnya... 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler