Rabu, 22 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Semarang – Upacara Tawur Agung Kesanga Nasional 2026 bakal digelar di Candi Prambanan, perbatasan Jateng-Jogja. Rencananya, agenda ini digelar pada Rabu (18/3/2026), sehari sebelum Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Kamis (19/3/2026).

Agenda utama upacara ini rencananya dilaksanakan di pelataran Wisnu Mandala, Kompleks Candi Prambanan, Rabu (18/3/2026). Sebelum puncak acara, sejumlah rangkaian kegiatan akan dimulai sejak 8 Maret 2026.

Ketua Panitia Tawur Agung Nasional 2026, Bibit Hariadi mengatakan selain ritual, sekitar enam ogoh-ogoh karya generasi muda Jateng akan tampil dalam pawai budaya di Prambanan.

”Ogoh-ogoh ini karya anak-anak muda Jawa Tengah. Ini kreativitas lokal, sekaligus daya tarik wisata,” kata Bibit saat melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi di Semarang, Kamis (26/2/2026).

Ia mengungkapkan, upacara Tawur Agung di Prambanan nantinya diperkirakan dihadiri lebih dari 30 ribu masyarakat dari berbagai daerah, yakni Jawa, Lampung, hingga Bali.

Di samping sebagai ritual spiritual umat Hindu, agenda Tawur Agng juga diharap menjadi magnet pariwisata serta etalase budaya Jawa Tengah.

Pemilihan Prambanan sebagai lokasi acara juga dinilai memiliki makna strategis. Selain historis dan spiritual, lokasi di perbatasan DIY-Jateng dinilai mampu memperluas dampak ekonomi dan wisata.

”Kami ingin mengangkat budaya Jawa Tengah. Tidak meninggalkan tradisi, tetapi justru menghidupkannya,” ucapnya.

Berbeda dengan Bali... 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler