Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pekalongan – Seorang pimpinan pondok pesantren di wilayah Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah ditangkap usai diduga pencabulan terhadap santriwatinya.

Penangkapan dilakukan setelah polisi mendapatkan laporan dari korban yang sebagian berasal dari wilayah Pantura, termasuk Semarang. Penanganan intensif pun dilakukan Polres Pekalongan Kota.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi mengungkapkan, kasus tersebut mulanya sulit terungkap karena korban merasa takut dan diduga mendapat intimidasi sehingga enggan melapor.

Pendekatan berbeda kemudian dilakukan kepolisian terhatap keluarga korban. Akhirnya, sejumlah korban mulai berani memberikan keterangannya.

”Korban sebelumnya tidak berani melapor karena mungkin diancam oleh pelaku ataupun teman-teman santri yang lain. Akhirnya anggota kami melakukan pendekatan sehingga mereka berani speak up,” katanya, seperti dikutip dari Detik.com, Rabu (27/5/2026).

Ia menjelaskan, saat ini sejumlah korban dan saksi telah diperiksa. Beberapa bahkan telah menjadi mantan santri dan berada di luar daerah, seperti Pemalang, Batang, Pekalongan, hingga Semarang.

”Kurang lebih tadi saya hitung ada enam saksi korban,” ungkapnya.

Polisi Dalami Kasus Viral... 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler