Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Purworejo – Mbah Slamet Suradio (78), masinis tragedi Bintaro meninggal dunia, Rabu (3/6/2026) dini hari. Ia meninggal di Cengkareng, Bekasi, Jawa Barat.
Sebelum meninggal, kondisi kesehatan Mbah Slamet memang sudah menurun. Ia pun dirawat anaknya yang tinggal di Bekasi.
”Meninggal tadi dini hari, sekitar jam 01.00 WIB. Meninggalnya di tempatnya kakak,” kata anak bungsu Slamet Suradio, Safitri (26), seperti dikutip dari detikJateng, Rabu (3/6/2026).
Jenazah Slamet Suradio akan dimakamkan di kampung halamannya, Dusun Krajan, Desa Gintungan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Setelah melalui perjalanan darat, jenazah Mbah Slamet tiba di rumah duka, sekira pukul 13.30 WIB. Kedatangan jenazah Slamet Suradio langsung disambut isak tangis keluarga dan kerabat. Bahkan, Safitri sempat pingsan tak kuasa menahan kesedihan.
Proses pemakaman pun disegerakan setelah disucikan dan disalati. Pria kelahiran 18 Agustus 1939 itu meninggalkan seorang istri, empat anak, dan empat cucu.
Warga setempat, Basori mengatakan, Mbah Slamet Suradio sebelumnya berangkat ke Bekasi sejak 17 Mei 2026. Ia pergi ke sana agar dapat dirawat anaknya, karena sudah sakit-sakitan.
Kilas Balik Tragedi Bintaro
- 1
- 2



