Tawuran Pelajar Bersajam di Magelang, 8 Orang Diciduk Polisi
Zulkifli Fahmi
Jumat, 24 Juli 2026 18:50:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Magelang – Tawuran pelajar bersajam terjadi di Simpang Kupatan, Kota Magelang. Aksi tersebut terekam dan videonya viral di media sosial.
Berdasarkan keterangan dalam video tersebut, aksi itu terjadi Kamis (23/7/2026) siang. Sejumlah pelajar tampak saling kejar-kejaran dengan mengacungkan senjata tajam.
Terdengar teriakan-teriakan dengan kata-kata tak sopan dalam video itu. Terlihat juga beberapa pelajar naik berkendara tanpa mengenakan helm dengan bonceng tiga.
Polres Magelang Kota pun turun tangan untuk menyelidiki insiden tersebut. Dalam rangkaian penyidikan itu, delapan orang pelajar yang terlibat dalam tawuran tersebut diamankan.
Dilaporkan DetikJateng.com, mereka diamankan saat polisi datang ke sekolah masing-masing. Selain mengamankan delapan pelajar tersebut, polisi juga mendatangkan orang tua dan guru dari sekolah tersebut.
Kasat PPA Polres Magelang Kota AKP Riana Adhyaksari mengatakan delapan pelajar yang terlibat dalam tawuran tersebut diamankan untuk diberikan pembinaan.
”Untuk delapan orang pelajar sudah kami amankan di Polres Magelang Kota dan juga orang tua atau wali murid serta guru dari sekolah tersebut sudah berada di ruang kami. Untuk kami lakukan pembinaan,” kata Riana.
Pemicu Tawuran
Sementara, para pelajar yang membawa sajam dalam aksi tawuran tersebut masih didalami. Pihaknya pun meminta publik untuk bersabar.
”Jadi mohon untuk ditunggu kabar selanjutnya. Semoga dengan pembinaan ini kami dapat membina untuk tidak melakukan tawuran pelajar di kemudian hari,” ujarnya.
Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan polisi, aksi tawuran pelajar tersebut dipicu dari postingan di media sosial. Di mana, terdapat pelajar dari sekolah A menantang siswa sekolah B untuk melakukan tawuran.
Riana menambahkan delapan siswa yang diamankan tersebut semuanya di bawah umur. Kemudian satu orang belum diamankan yang membawa sajam, dan sekaligus merekam.
Dia juga membeberkan penyelidikan dilakukan berdasarkan dari rekaman yang ada di sosial media.
”Kami dalami, kemudian ada beberapa nomor polisi di situ dari kendaraan. Kemudian kami cek, ternyata memang benar nomor kendaraan tersebut adalah kendaraan yang digunakan pada saat kejadian tawuran kemarin siang,” pungkasnya.



