Oknum PPPK Klaten Nekat Curi 18 LCD Sekolahnya, Hasilnya Dijual Online
Zulkifli Fahmi
Jumat, 24 Juli 2026 23:18:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Klaten – SMK Rota, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah kebobolan. Sebanyak 18 Overheat Projektor (OHP) atau LCD di sekolah tersebut diembat. Pelaku diketahui karyawan berstatus PPPK di sekolah itu sendiri.
Peristiwa itu diketahui Minggu (12/7/2026) sekira pukul 15.00 WIB. Saat itu, salah satu karyawan di sekolah tersebut mau menghidupkan lampu di kelas. Karyawan tersebut pun terkejut mengetahui LCD di setiap kelas sekolah itu raib.
Humas SMK Rota Bayat, Rusmini membenarkan ada kejadian pencurian 18 OHP tersebut. Namun, ia tak bisa menjelaskan detailnya.
”Ya betul (ada pencurian 18 OHP). Mohon maaf belum bisa menjelaskan,” jelasnya, seperti dikutip dari DetikJateng, Jumat (24/7/2026).
Kini, sang pelaku telah berhasil ditangkap oleh petugas Satreskrim Polresta Klaten. Pelaku diketahui pria berinisial A yang berstatus karyawan PPPK di sekolah itu sendiri.
”Betul kemarin malam kita amankan. Satu orang,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Klaten AKP Taufik Frida Mustofa.
Jual Hasil Curian
Saat ini, pelaku sudah ditahan di Polresta Klaten. Selain menangkap pelaku, petugas juga mengamankan beberapa barang bukti.
Taufik mengatakan, usai menggasak LCD tersebut, pelaku menjualnya secara online sampai ke luar Jawa. Kini polisi masih mendalami kasus pencurian itu.
”"Ya betul (PPPK), karyawan setempat. Ini masih pemeriksaan,” imbuhnya.



