Ketua Panitia Pelaksana Drift Speed Fest Yoshua Ernest Yonathan mengatakan panitia juga bertanggung jawab penuh memastikan seluruh korban memperoleh penanganan medis, pendampingan, dan bantuan yang diperlukan.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada korban beserta keluarga atas insiden pada hari Minggu (26/7) tersebut.
”Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Peristiwa ini merupakan sesuatu yang tidak pernah kami harapkan. Kami bertanggung jawab penuh memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang tepat serta terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dalam proses penanganan medis dan pendampingan korban beserta keluarga,” katanya dalam konferensi pers yang disiarkan di sejumlah kanal Instagram.
Murianews, Banyumas – Polisi mulai melakukan pemeriksaan terkait insiden tribun ambruk pada gelaran Speed Fest#2 Kejurnas Drift Seri ke-3 tahun 2026 di GOR Satria Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah.
Sebanyak sepuluh orang telah diperiksa untuk mengungkap insiden ambruknya tribun VIP tersebut. Sepuluh orang tersebut merupakan penyelenggaran dan bagian keamanan acara.
Kapolresta Banyumas, Kombes Petrus Silalahi mengatakan mereka yang diperiksa merupakan pihak yang mengetahui secara langsung pelaksanaan kegiatan dan bertanggung jawab terhadap pengamanan maupun fasilitas tribun.
”Sampai tadi malam (Minggu malam) itu sekitar 10 atau lebih saksi. Seluruhnya adalah penyelenggara kegiatan dan pengamanan. Ada steward, kru tribune yang bertanggung jawab terhadap tribune itu, event organizer, penanggung jawab kegiatan, hingga pemimpin jalannya pertandingan,” katanya, seperti dikutip dari DetikJateng, Selasa (28/7/2026).
Selain itu, hingga kini pihaknya masih menghimpun data para korban bersama Dinas Kesehatan setempat. Para korban tersebut masih dirawat di sejumlah rumah sakit di wilayah Sokaraja, RS Elisabeth Purwokerto, dan beberapa rumah sakit lainnya.
”Saya mendengar dan kemarin kami juga melakukan pengecekan, ada yang sampai mengalami fraktur atau patah tulang,” jelasnya.
Penyebab Tribun Ambruk
Guna mengungkap penyebab pasti dari insiden tribun ambruk di Kejurnas Drift tersebut, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan.
”Nanti akan kami sampaikan setelah penyelidikan rampung. Kemudian apabila memenuhi unsur, akan kami tingkatkan ke tahap penyidikan,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 90 penonton terluka dalam insiden tribun ambruk di SpeedFest#2 Kejurnas Drift tersebut. Polisi menilai, penyelenggaran tidak memberikan imbauan dan bersiap siaga mengantisipasi lonjakan penonton.
”Panitia penyelenggara kegiatan tidak memberikan imbauan dan tidak siap bersiaga pada tiap tribune untuk antisipasi lonjakan dan pergerakan penonton,” imbuh Petrus.
Respons Panitia
Sementara itu, panitia SpeedFest Kejurnas Drift Purwokerto menyatakan mendukung penuh langkah kepolisian dalam melakukan investigasi insiden tribun ambruk pada ajang di Kompleks GOR Satria, Purwokerto itu.
Ketua Panitia Pelaksana Drift Speed Fest Yoshua Ernest Yonathan mengatakan panitia juga bertanggung jawab penuh memastikan seluruh korban memperoleh penanganan medis, pendampingan, dan bantuan yang diperlukan.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada korban beserta keluarga atas insiden pada hari Minggu (26/7) tersebut.
”Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Peristiwa ini merupakan sesuatu yang tidak pernah kami harapkan. Kami bertanggung jawab penuh memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang tepat serta terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dalam proses penanganan medis dan pendampingan korban beserta keluarga,” katanya dalam konferensi pers yang disiarkan di sejumlah kanal Instagram.