Anggun si Harimau Putih Semarang Zoo Mati saat Dipindah
Zulkifli Fahmi
Selasa, 28 Juli 2026 09:55:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Semarang – Anggun, Harimau putih koleksi Semarang Zoo dilaporkan mati saat dipindahkan ke R Zoo Medan. Kabar matinya harimau putih itu viral beberapa hari belakangan.
Sekda Kota Semarang Handi Priyanto menyebut, kejadian matinya si Anggun sudah pada Maret 2026 lalu. Ia mengatakan, saat dipindahkan ke R Zoo Medan, harimau putih itu masih baik-baik saja.
Dalam prosesnya, sudah ada perjanjian keja sama sesuai dengan urutan administrasi. Pemindahan harimau tersebut kerna sudah banyak hasil kawin sedarah dari hewan tersebut.
Ia menduga, ada beberapa yang memicu harimau putih itu mati, mulai dari adanya lesi, luka pada organ lambung, hingga peradangan dan perdarahan organ paru.
”Terjadinya pembengkakan pada organ jantung, hati, dan juga ginjal. Ditemukan kerusakan dan ptcie pada sebagian organ hati yang mengindikasikan kinerja organ yang sudah tidak maksimal. Kemudian saluran pencernaan kosong dan tidak dijumpai adanya sisa pakan, yang menandakan harimau sudah dalam waktu lama tidak makan,” ujar Handi seperti dikutip dari DetikJateng, Selasa (28/7/2026).
Ia menjelaskan, si Anggun dipindahkan ke R Zoo Medan untuk dicarikan pasangan yang tidak sedarah. Sementara di Semarang Zoo sendiri masih ada dua pasang harimau.
”Yang dikirim ke Medan adalah cucu dari perkawinan sedarah, berwarna putih karena DNA-nya sudah menyimpang, perlu darah baru dari luar, sehingga sekarang harimau kita ada dua pasang untuk dicarikan jodoh yang tidak sedarah,” sambungnya.
Efisiensi



