Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Semarang – Anggun, Harimau putih koleksi Semarang Zoo dilaporkan mati saat dipindahkan ke R Zoo Medan. Kabar matinya harimau putih itu viral beberapa hari belakangan.

Sekda Kota Semarang Handi Priyanto menyebut, kejadian matinya si Anggun sudah pada Maret 2026 lalu. Ia mengatakan, saat dipindahkan ke R Zoo Medan, harimau putih itu masih baik-baik saja.

Dalam prosesnya, sudah ada perjanjian keja sama sesuai dengan urutan administrasi. Pemindahan harimau tersebut kerna sudah banyak hasil kawin sedarah dari hewan tersebut.

Ia menduga, ada beberapa yang memicu harimau putih itu mati, mulai dari adanya lesi, luka pada organ lambung, hingga peradangan dan perdarahan organ paru.

”Terjadinya pembengkakan pada organ jantung, hati, dan juga ginjal. Ditemukan kerusakan dan ptcie pada sebagian organ hati yang mengindikasikan kinerja organ yang sudah tidak maksimal. Kemudian saluran pencernaan kosong dan tidak dijumpai adanya sisa pakan, yang menandakan harimau sudah dalam waktu lama tidak makan,” ujar Handi seperti dikutip dari DetikJateng, Selasa (28/7/2026).

Ia menjelaskan, si Anggun dipindahkan ke R Zoo Medan untuk dicarikan pasangan yang tidak sedarah. Sementara di Semarang Zoo sendiri masih ada dua pasang harimau.

”Yang dikirim ke Medan adalah cucu dari perkawinan sedarah, berwarna putih karena DNA-nya sudah menyimpang, perlu darah baru dari luar, sehingga sekarang harimau kita ada dua pasang untuk dicarikan jodoh yang tidak sedarah,” sambungnya.

Efisiensi

Hasil pertukaran harimau putih itu, Semarang Zoo rencananya akan mendapatkan sejumlah hewan untuk menambah koleksi, yakni tiga rusa bawean, dua burung merak, dua burung makau.

Pertukaran hewan yang dilakukan sendiri juga bagian dari efisiansi. Di mana, Semarang Zoo dapat menghemat pakan daging dua ekor.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengakui adanya efisiensi di Semarang Zoo akibat dari kekurangan anggaran untuk taman margasatwa tersebut.

Ia juga mengaku telah dihubungi Gubernur Jateng Ahmad Luthfi yang menyarankan Semarang Zoo dapat dikerjasamakan dengan pihak ketiga dengan tujuan agar hewan-hewan koleksi di sana terawatt dengan baik.

”Kemungkinan itu opsi yang akan kita ambil, supaya diambil alih pihak ketiga,” ucapnya.

Diketahui, saat ini pengelolaan Semarang Zoo ditangani BUMD di mana pendapatannya tak bisa memenuhi biaya operasional sepenuhnya, sehingga harus diefisiensi.

Teliti Lebih Lanjut 

Pemberian modal tambahan dari Pemkot Semarang kepada BUMD juga tidak dapat digunakan untuk biaya operasional.

”Karena dia akan ternilai sebagai sebuah badan usaha yang gagal. Jadi biaya operasionalnya harus dipenuhi dari pendapatannya. Modal digunakan untuk memperluas bisnis,” ujar dia.

Pemkot Semarang juga tengah mencari tahu apakah terdapat kesalahan dalam program pertukaran satwa dengan kebun binatang di Medan.

”Ini sedang diteliti lebih lanjut karena berkaitan dengan hal yang hidup dan sudah agak lama berlalunya itu,” pungkasnya.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler