Senin, 4 Maret 2024

Sepekan, Balai Kota Semarang Dibobol Maling Dua Kali

Supriyadi
Sabtu, 9 Desember 2023 08:58:00
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu. (Pemkot Semarang)

Murianews, Semarang – Balai Kota Semarang dibobol maling sebanyak dua kali dalam sepekan ini. Akibat aksi maling tersebut, sebuah motor milik anggota Satpol PP dan mobil yang diparkir di halaman balai kota raib.

Aksi maling pertama terjadi Minggu malam (3/12/2023). Satu unit sepeda motor milik petugas Satpol PP yang terparkir di Halaman Balai Kota Semarang hilang dicuri.

Tidak berselang lama, pelaku pencurian berhasil diamankan sehari pascakejadian. Ia ditangkap saat berada di wilayah Tlogosari Semarang. Pelaku merupakan residivis kasus yang datang dari Magelang ke Semarang.

Berselang tiga hari, pencurian terjadi kembali di Balai Kota Semarang. Pada Rabu (6/12/2023) satu unit mobil yang terparkir di luar gerbang belakang Balai Kota Semarang juga hilang dicuri.

Pencurian mobil dengan nopol K-8974-NL itu berhasil terekam CCTV yang ada di Balai Kota Semarang. Kedua kasus tersebut kini masih ditangani kepolisian setempat.

Atas kejadian itu, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu meminta agar petugas meningkatkan pengawasan di area Balai Kota Semarang. Hal itu menyusul terjadinya dua kasus pencurian kendaraan di Balai Kota Semarang.

”Saya kan selalu pulang paling malam. Mungkin karena sudah firasat ya, saya pekan lalu sudah mengingatkan untuk memperketat keamanan,” kata Mbak Ita sapaan akrabnya seperti dilansir Suara.com.

Menurut Mbak Ita, sebelum adanya pencurian kendaraan pihaknya telah meminta Kepala Bagian Rumah Tangga untuk menutup gerbang di balai kota setelah jam pulang kerja dan hari libur.

Dirinya meminta agar membatasi akses, dengan hanya membuka satu akses saja pada luar hari kerja agar memudahkan monitoring atau pengawasan.

”Setelah jam kantor gerbang ditutup semua. Ada satu saja di depan Balai Kota yang dibuka pintunya. Orang bisa masuk melewati satu pintu saja. Pintu gerbang belakang, samping, ditutup,” tambah Mbak Ita.

Mbak Ita menyebut, Pemkot Semarang tidak dapat menutup seluruh pintu masuk saat hari libur maupun di luar jam kerja. Pasalnya, masih ada aktivitas yang terjadi di Balai Kota, seperti pengisian (charging) sistem pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di halaman belakang Balai Kota Semarang.

”Kita tahu juga di belakang ada SPKLU, banyak masyarakat mengisi daya untuk kebutuhan kendaraan mereka,” tandasnya.

Komentar