Senin, 4 Maret 2024

Polresta Cilacap Gagalkan Peredaran Ratusan Ribu Butir Narkoba

Zulkifli Fahmi
Rabu, 1 November 2023 13:14:00
Barang bukti dari penangkapan pengedar narkoba di Kabupaten Cilacap. (Instagram/Humas Polresta Cilacap)

Murianews, Cilacap – Polresta Cilacap berhasil menggagalkan peredaran ratusan ribu butir narkoba dari tangan dua orang tersangka, HS (33) dan AH (37).

Total, sebanyak 320 ribu butir pil warna putih yang mengandung ibuprofen, asetaminofen, dan carisoprodol yang termasuk narkotika jenis satu.

Kapolresta Cilacap Kombes Pol Fannky Ani Sugiharto mengatakan, narkoba terebut diamankan dalam dua waktu yang berbeda yakni pada 19 Oktober 2023 sebanyak 120 ribu pil.

Kemudian, pada 24 Oktober 2023, sebanyak 200 pil diamankan. Dalam proses pengamanan itu, jajaran Sat Res Narkoba Polresta Cilacap bekerjasama dengan sejumlah pihak, salah satunya dengan Bea Cukai.

”Kami bekerjasama dengan bea cukai berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 320 ribu pil dan ini masuk kedalam golongan satu narkotika,” katanya dikutip dari Instagram Humas Polresta Cilacap, Rabu (1/11/2023).

Adapun modus peredaran yang digunakan yakni menggunakan jasa ekspedisi. Ia mengatakan, peredaran narkoba ini telah membuat resah masyarakat.

”Sebab peredarannya menyasar anak-anak yang masih produktif,” katanya.

Kapolresta Cilacap menyampaikan pesan penting kepada masyarakat untuk menjauhi narkoba dan obat-obatan berbahaya.

Tindakan tegas seperti ini merupakan langkah penting dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat serta memberikan efek jera kepada para pelaku kejahatan terkait narkotika dan obat-obatan terlarang.

"Polresta Cilacap tetap berkomitmen untuk melindungi masyarakat dari bahaya peredaran obat-obatan terlarang," tegasnya.

Wakapolres Cilacap AKBP Arif Fajar Satria menambahkan saat ini masih ada satu tersangka yang masih dalam pengejaran. DPO ini berinisial Y.

Adapun pelaku dikenakan Pasal 114 ayat (2) sub pasal 112 ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika Juncto pasal 55 ayat 1 ke satu KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Komentar