Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ini diketahui Ganjar saat melakukan pantauan di Pasar Rejowinangun, Magelang, Kamis (23/5/2019). Ganjar melakukan pantauan di pasar ini bersama Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito.

Temuan adanya bahan makanan yang mengandung formalin dan pewarna teksitil itu diketahui saat BPOM Semarang yang ikut dalam sidak melakukan uji sampel produk makanan di pasar tersebut.

Sejumlah makanan yang mengandung formalin di antaranya beberapa jenis teri dan cumi asin. Ada pula kerupuk yang menggunakan pewarna tekstil.

"Tadi BPOM mengecek makanan, ditemukan ada beberapa yang mengandung formalin dan bahan berbahaya lainnya,” katanya.

Ganjar meminta BPOm agar langsung menindaklanjuti temuan tersebut. Tak hanya dengan melarang makanan itu dijual, tetapi juga mendeteksi pemasok makanan mengandung bahan berbahaya tersebut.

“Kami minta ke BPOM untuk menindaklanjuti sampai ke siapa yang memasok barang itu, agar dapat dilakukan pembinaan sampai ke hulu," ucapnya.

Ganjar berpesan kepada para pedagang dan juga distributor bahan makanan untuk tidak menggunakan bahan berbahaya pada produk makanan yang dijual. "Demi keamanan, janganlah menambahkan bahan-bahan berbahaya," ujarnya.
Ganjar berpesan kepada para pedagang dan juga distributor bahan makanan untuk tidak menggunakan bahan berbahaya pada produk makanan yang dijual. "Demi keamanan, janganlah menambahkan bahan-bahan berbahaya," ujarnya.Dalam sidak tersebut, Ganjar menemukan jika harga kebutuhan pokok yang biasanya melambung tinggi jelang Lebaran, saat ini masih stabil dan bahkan ada yang turun.Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga di antaranya, gula dan bawang putih. Saat ini harga bawang putih sempat meroket mencapai Rp 60 ribu, kini turun di kisaran harga Rp 30 ribu."Bawang merah juga turun, dari sebelumnya mencapai Rp 40.000 sekarang Rp 22.000. Pasokan barang juga lancar, kami tidak kesulitan untuk kulakan," kata Riski Harum (42) salah satu pedagang saat ditanya Ganjar.Kepada para pedagang Ganjar memastikan pihaknya akan terus menjaga stabilitas harga di pasaran jelang Lebaran. Pihaknya juga akan terus menjamin suplai distribusi bahan pangan lancar dan tersedia. Sehingga, harga di pasaran tetap stabil. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler