Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pasalnya, korban diketahui hilang sejak Senin (28/10/2019) sore, dan baru ditemukan pada Kamis (31/10/2019) kemarin.

Kapolsek Kapolsek Mungkid AKP M Ahdi, Jumat (1/11/2019) mengatakan, mayat pemuda itu baru diketahui setelah salah satu warga melakukan penggalian pasir di lokasi kejadian. Saat menggali, warga tersebut menemukan ada jari tangan manusia.

“Yang menemukan warga bernama Tri Hartanto (35). Saat menggali pasir alur sungai, ia menemukan jari tangan. Dan di sekitarnya memang ada bekas longsoran,” katanya.

Temuan tersebut kemudian diberitahukan kepada warga lain dan diteruskan ke polisi. Aparat Polsek Mungkid yang menerima laporan langsung datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Saat ditemukan, kondisi korban dalam kondisi mengenaskan. Pihak kepolisian bersama tim medis dan Inafis Polres Magelang melakukan identifikasi untuk mengetahui identitas korban.

Dari hasil pemeriksaan, korban diketahui bernama Eko Prasetyo. Tak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban sehingga disimpulkan korban meninggal karena tertimbun longsor.
Dari hasil pemeriksaan, korban diketahui bernama Eko Prasetyo. Tak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban sehingga disimpulkan korban meninggal karena tertimbun longsor.“Dari hasil olah TKP korban meninggal karena terkubur longsoran tebing setinggi sekitar 2,10 meter,“ terangnya.Sementara itu, Nur Khadik (53) warga setempat menyebut, jika ia terakhir bertemu dengan korban pada Senin (28/10/2019) sekira pukul 17.00 WIB. Saat itu, ia melihat korban berada di lahan tersebut sendirian untuk menambang pasir.Sementara orang tua korban Widarto (55) menambahkan bahwa putranya tidak pulang sejak Senin sore. Menurutnya, putranya tersebut mempunyai keterbelakangan mental, sehingga tidak menyadari saat akan terjadi longsor. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler