Ratusan Orang Susuri Sungai, WCD Dijadikan Awal Gerakan Temanggung Bebas Sampah
Ali Muntoha
Minggu, 20 September 2020 19:54:40
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Dalam siaran pers yang diterima MURIANEWS disebutkan jika aksi ini dimulai dengan susur sungai di 20 kecamatan secara bersamaan mulai pukul 07.30 WIB. Sekitar 600 personel terlibat dalam kegiatan ini.
Berbagai lembaga dan komunitas yang ikut dalam gerakan ini. Di antaranya, seperti Banser, Fatayat, IPNU, LPNHNU, Muslimat NU, MDMC, KOKAM, Mancing Mania Temanggung, Saka Bayangkara, Saka Kalpataru, ALIR, PERMATA, KAMADITA, RBP, Saka Wanabakti, Grasindo, SAR Macan Prau, Kompas, Rasi Pala, BC Banaran, serta Paguyuban Bank sampah Se-Kabupaten Temanggung.
Dalam aksi susur sungai itu, para relawan melakukan aksi bersih-bersih sungai dari sampah. Gerakan ini juga melibatkan warga lain dengan melakukan aksi pungut dan pilah sampah di permukiman masing-masing.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Temanggung Entargo Yutri Wardono mengatakan, gerakan WCD ini telah dimulai Sabtu (19/9/2020) kemarin dengan pungut dan pilah sampah di sekolah dan pondok pesantren.
“Aksi itu diharapkan menjadi dorongan untuk awal mewujudkan Kabupaten Temanggung bebas sampah," ujarnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



