Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MAJT Magelang ini dibangun di lahan seluas lima hektare di Desa Sawitan, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Pemprov Jateng menggandeng Pemkab Magelang dan Kementerian Agama setempat dalam proses pembangunannya.

Ganjar Pranowo mengaku bersyukur MAJT Magelang akhirnya bisa mulai dibangun setelah sempat tertunda karena pandemi.

”Ini sempat tertunda sudah dua tahun akibat pandemi, sekarang alhamdulillah kita datang untuk bisa ground breaking karena pada tahun ketiga ini akhirnya bisa dilanjutkan lagi," ujar Ganjar.

Dalam pelaksanaannya Ganjar memastikan akan melibatkan kaum difabel terkait dengan fasilitas yang dibutuhkan agar ramah bagi penyandang disabilitas.

”Maaf, bagi kawan-kawan yang hidup di bawah kemiskinan juga kami libatkan," paparnya.

Magelang dipilih sebagai lokasi pembangunan MAJT karena mampu menjadi simbol kerukunan antarumat beragama. Nantinya, MAJT diharapkan menjadi pusat moderasi beragama.

”Di sini ada Candi Borobudur, ada kelenteng, gereja juga. Saya berharap masjidnya dapat menjadi pusat moderasi beragama, sehingga saya bayangkan tokoh-tokoh agamanya bisa ngobrol karena di bawahnya ada tempat untuk menjadi ruang pertemuan," tuturnya.

Baca: Ganjar Sampai Bingung Milih, Ini Penampakan Tiga Desain MAJT Magelang

Dalam kesempatan itu, Ganjar secara tegas mengingatkan agar jangan sampai ada tindakan koruptif dalam proses pembangunan MAJT Magelang.”Tidak hanya rumah ibadah ya, tapi semuanya. Jangan dikorupsi dan tadi saya bilang berulang-ulang, apalagi ini rumah ibadah. Itu saya tekankan di awal. Makanya kalau ada yang minta-minta lapor saya," tegas dia.Sementara itu, Kepala Dinas DPUBMCK Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono menyebut jika pembangunan MAJT Magelang diinisiasi 2019 dan sempat terkendala pandemi. Pengadaan lahan yang digunakan kolaborasi antara Pemprov Jateng, Pemkab Magelang, dan Kemenag Magelang.”Pembangunan di lahan lima hektare. Pemprov sediakan 3,2 hektare, Pemkab Magelang 1,6 hektare dan Kemenag 0,13 hektare," katanya.Hanung menambahkan, hasil lelang konstruksi senilai Rp 118 miliar. Sedangkan pembangunan MAJT, ditargetkan akan selesai pada November 2023.”Luas bangunan 24.866 meter persegi dengan kapasitas jemaah 5.000 orang. Terdiri dua lantai, yang bawah Islamic center dan plaza, lantai dua untuk sembahyang," jelasnya. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler