Gara-Gara Ini, 16 Ribu Mobil Sempat Terjebak di Tol Kalikangkung
Ali Muntoha
Sabtu, 13 April 2024 16:26:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Semarang – Sebanyak 16 ribu mobil sempat terjebak di Gerbang Tol Kalikangkung Jalan Tol Batang-Semarang. Jumlah itu dicatat PT Jasa Marga mulai H-2 hingga H+1 Lebaran Idulfitri atau 8-11 April 2024.
Belasan ribu kendaraan itu terjebak di Gerbang Tol Kalikangkung karena saldo e-toll yang dimiliki kurang atau bahkan sudah habis.
Marketing and Communication Department Head Jasa Marga Faiza Riani dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/4/2024) mengatakan, pengendara yang terjebak harus melakukan isi ulang saldo e-toll di gardu tol. Kondisi ini mengakibatkan waktu penundaan yang cukup signifikan.
”Kami mencatat rata-rata penurunan kapasitas transaksi gardu tol di GT Kalikangkung yang semula dalam satu menit kami bisa melayani transaksi hingga lima kendaraan, jika pengguna jalan kurang saldo dan harus melakukan top up di gardu tol, maka satu menit akan hanya bisa melayani satu kendaraan saja,” katanya.
Dalam periode tersebut menurut dia, ada 385 ribu kendaraan yang melakukan transaksi di Gerbang Tol Kalikangkung. Dari jumlah itu, 16 ribu di antaranya mengalami kekurangan saldo.
Oleh karenanya, pihaknya mengimbau agar pengguna yang akan balik ke Jakarta untuk mengisi saldo dengan cukup.
Menurut dia, untuk pemudik dari Surabaya ke Jakarta paling tidak harus menyiapkan saldo e-toll sebesar Rp 1 juta. Sementara jika dari Semarang ke Jakarta, minimal Rp 500 ribu.
”Kami juga mengingatkan kembali kepada pengguna khususnya yang melakukan perjalanan di Jalan Tol Trans Jawa dengan sistem transaksi tertutup (tarif sesuai jarak), hanya bisa menggunakan e-toll yang sama saat tap in dan tap out sehingga saat saldo kurang tidak bisa meminjam e-toll pengguna jalan lainnya," tegasnya.



