Menilik Tradisi Saparan di Gumelem Kulon Banjarnegara
Anggara Jiwandhana
Jumat, 8 Agustus 2025 08:49:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Banjarnegara – Ratusan warga Dusun Telaga, Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Banjarnegara menggelar tradisi saparan. Dalam tradisi ini, warga makan bersama di sendang hingga mengambil air suci.
Dengan membawa nasi tumpeng lengkap dengan lauk-pauk, warga Dusun Telaga ini berduyun-duyun mendatangi Sendang Krama Teleng. Sendang ini hanya berjarak sekitar 50 meter dari permukiman warga.
Usai dibacakan doa, warga kemudian makan bersama. Sebelum pulang, warga mengambil air suci dari sendang tersebut. Air ini diyakini warga akan membawa keberkahan.
”Ini tradisi saparan. Tadi makan bersama, kemudian ini mengambil air dari sendang. Ya harapannya bisa membawa keberkahan,” kata Tarmi, salah satu warga Dusun Telaga, Desa Gumelem Kulon, usai mengikuti tradisi Saparan sebagaimana dilansir dari detikcom, Jumat (8/8/2025).
Sementara itu, Kepala Desa Gumelem Kulon, Arief Machbub, mengatakan tradisi saparan merupakan kearifan lokal yang sudah dilakukan sejak dulu. Hanya, baru dikemas oleh Pokdarwis sejak empat tahun lalu.
”Sebenarnya tradisi Saparan ini sudah ada sejak dulu, turun-temurun. Tetapi memang bari dikemas oleh Pokdarwis empat tahun terakhir. Ini memang tradisi kearifan lokal di sini, terutama di Dusun Telaga,” jelasnya.
Ia menjelaskan, tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur warga. Harapannya akan menambah rasa damai dalam menjalani kehidupan
”Tradisi ini sebagai bentuk rasa syukur warga, dan diyakini bisa menambah keberkahan. Mana kala mensyukuri nikmat, maka nikmat akan ditambah,” ujarnya.
Sendang krama...
- 1
- 2



