Ada 700 Calon Haji Pekalongan Masuk Kategori Risti
Anggara Jiwandhana
Kamis, 12 Februari 2026 13:54:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pekalongan – Pemkab Pekalongan mencatat sebanyak 700 dari total 941 calon haji yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini masuk dalam kategori risiko tinggi (risti). Mayoritas dari mereka adalah lanjut usia serta kondisi kesehatan tertentu para jemaah.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Pekalongan, Siti Masruroh, merinci dari ratusan jemaah tersebut, calon haji tertua tercatat berusia 85 tahun, sementara yang termuda berusia 16 tahun.
Kemudian secara teknis, seluruh jemaah asal Pekalongan akan terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter) melalui Embarkasi Solo.
Mengingat tingginya jumlah jemaah berkategori risti, Pemkab Pekalongan menekankan pentingnya perhatian ekstra melalui pelayanan yang inklusif.
Strategi pelayanan akan mengedepankan pendekatan ramah lansia, ramah disabilitas, dan ramah perempuan guna menjamin keamanan serta kenyamanan ibadah.
”Pemkab memastikan komitmennya dalam memfasilitasi proses keberangkatan dan pemulangan jemaah sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Siti Masruroh sebagaimana dilansir Antara, Kamis (12/2/2026).
Penyelenggaraan haji tahun 2026 ini sendiri menjadi momentum transisi karena berada di bawah koordinasi langsung Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).
Sistem baru ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas perlindungan dan pelayanan jemaah secara menyeluruh.
Siti Masruroh juga mengingatkan jika mayoritas jemaah tahun ini telah menanti selama 13 tahun sejak mendaftar pada 2012. Oleh karena itu, jemaah diimbau untuk menjaga kesehatan secara maksimal demi meraih predikat haji yang mabrur setelah masa penantian yang panjang tersebut.



