Catat Laba Rp 1,4 T, Luthfi Minta Bank Jateng Ikut Entaskan Kemiskinan
Anggara Jiwandhana
Jumat, 27 Februari 2026 16:52:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Semarang – PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Tengah atau Bank Jateng membukukan kinerja impresif sepanjang tahun buku 2025 dengan raihan laba bersih mencapai Rp1,4 triliun.
Capaian ini menempatkan Bank Jateng sebagai BPD dengan laba terbesar sekaligus predikat bank tersehat di antara Bank Pembangunan Daerah se-Indonesia (BPDSI).
”Bank Jateng itu bank paling sehat di seluruh Indonesia,” kata Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat memimpin Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Jateng Tahun Buku 2025 di Bhimasena Hall Kantor Pusat Bank Jateng, Jalan Pemuda, Kota Semarang, Jumat, 27 Februari 2026.
Laba usaha tersebut kemudian didistribusikan dalam bentuk deviden dan cadangan umum untuk memperkuat struktur modal. Deviden diberikan kepada pemegang saham yakni Pemprov Jateng dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Jateng.
Gubernur Jateng sebagai pemegang saham pengendali (PSP) meminta kepada jajaran direksi Bank Jateng agar bisa terus meningkatkan kinerja dan targetnya pada tahun 2026. Termasuk dalam perannya memberikan CSR, pengentasan kemiskinan dan kebencanaan, serta program strategis pemerintah lain.
”Jawa Tengah sangat menarik sekali untuk sentral pembangunan nasional. Saya ingin kekompakan teman-teman (Bupati dan Walikota) tetap kita jaga dan pertahankan,” katanya.
Bank yang sehat...
- 1
- 2



