Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Dikatakan dia, upaya menggalakkan imunisasi campak dilakukan serentak bersama dinas kesehatan kabupaten/kota. Tujuannya agar tidak semakin menyebar atau mewabah.

Di tengah tinjauannya itu, Luthfi juga berpesan kepada masyarakat yang memiliki anak segera melengkapi vaksinnya.

Masyarakat  juga diminta lebih perhatian tentang gejala-gejala yang ditemukan pada anak, termasuk melakukan upaya-upaya pencegahan. Misalnya, apabila menemukan ciri-ciri ruam merah dan demam, maka diminta segera diperiksakan ke dokter atau Puskesmas terdekat.

”Pencegahan harus masif dan harus punya pola hidup sehat dan makanan yang bergizi,” jelasnya.

Adapun untuk mengakselerasi imunisasi campak, Pemprov Jateng akan mengintegrasikan dengan program dokter spesialis keliling (Speling) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah menjangkau sampai ke desa-desa.

”Campak ini menjadi prioritas utama, termasuk penyakit lain seperti tuberkulosis (TBC) yang juga masuk prioritas nasional. Harapannya masyarakat sehat,” paparnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jateng, Heri Purnomo mengatakan, suspek campak banyak ditemukan rata-rata pada anak-anak. Namun ada juga usia dewasa yang kondisi imunitas rendah juga bisa terkena.

Pencegahan... 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini